Tampilkan postingan dengan label Love and Destiny. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love and Destiny. Tampilkan semua postingan

10 Okt 2013

A Half of Me is You

Rasanya… baru kemarin Umi mengenal Abi, tapi sudah seperti pernah hidup bersama Abi seumur hidup Umi. Abi beberapa kali mengalami de javu, seakan apa yang kita lakukan sudah pernah terjadi di masa lalu. Abi tau kenapa? Karena Umi telah mencintai Abi jauh sebelum kita bertemu…
Umi tiba-tiba menjadi seorang pemarah, seolah-olah semua yang Abi lakukan selalu salah di mata Umi. Bukan itu maksud Umi, Abi!!! Umi hanya belum tau bagaimana mengelola perasaan Umi terhadap Abi. Jika perasaan ini adalah gunung, maka dia adalah letusan yang menyemburkan lahar panas ke bumi. Jika perasaan ini adalah lautan, maka dia adalah tsunami dengan gelombang besar yang sulit Umi bendung. Umi menjengkelkan yah, Bi???
Abi pernah bilang, “Abi tidak bisa dan tidak akan pernah bisa marah sama Umi, karena Abi sangat menyayangi Umi”. Oh Abi… ingin kupeluk dirimu seketika itu meskipun dalam marahku. Abi memang tidak perlu marah. Kenapa? Karena marah itu menyesakkan dada dan bisa meledakkan batok kepala…
Abi selalu minta maaf, bahkan ketika salah itu ada pada Umi. Abi… bukankah dari awal Umi sudah katakan bahwa selalu ada maaf yang tak terhingga untuk Abi kecuali satu hal dan Abi tau itu. Sayangnya, Umi tidak terbiasa minta maaf, tapi Umi akan belajar, Bi…
Umi sayang Abi. Ah… sesungguhnya perasaan Umi terhadap Abi sudah tidak bisa diwakili oleh kata seperti “sayang” dan “cinta”. Perasaan ini lebih tinggi dari apa yang Umi bisa ungkapkan dan tunjukkan pada Abi. Allah menjadi saksiku…
Umi tidak akan pernah menghapuskan dalam ingatan setiap tetes keringat yang Abi keluarkan demi menghalalkan Umi jadi teman Abi. Betapa celakanya Umi jika melupakan hari-hari perjuangan Abi mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk biaya pernikahan kita. Siang malam Abi bekerja. Ah, bukan itu saja. Dari jam 2 dini hari Abi sudah mulai bekerja, berangkat ke pasar untuk menjemput rezeki. Sepulang dari pasar Abi masih bekerja, entah itu angkat-angkat pisang warga atau membawa orderan jasa pengangkutan barang. Abi baru tiba di rumah malam hari dan Abi belum istirahat karena masih menunggui rental Video Game tutup. Itu berat, Umi tau.
Abi pernah bertanya, “tidak malukah Umi mempunyai suami yang hanya penjual sayur???”. Abi… Umi tidak pernah memandang apa pekerjaan Abi, Umi hanya ingin diberikan rezeki yang HALAL. Cukup!!!
Betapa hinanya Umi jika tidak menghargai pengorbanan Abi selama ini. Abi datang jauh-jauh dari Papua menuju Makassar demi menemui orang tua Umi. Bahkan, Abi membawa keluarga besar Abi ke rumah. Berapa uang yang Abi habiskan saat itu? Berapa banyak waktu Abi yang terbuang saat itu? Bagaimana melelahkannya menempuh perjalanan jauh datang ke rumah orang tua Umi? Padahal saat itu Umi bukanlah siapa-siapa Abi yang berhak mendapatkan pengorbanan sebesar itu.
Abi… kita telah menikah, hampir 4 bulan kini. Ternyata baru seumur jagung yah, Bi. Pernikahan ini bukanlah hanya raga saja, Abi masih ingatkan bahwa kita juga sudah menikahkan jiwa-jiwa kita, bukan?
Jalan kita masih panjang, insya Allah. Mungkin suatu saat kita tidur saling memunggungi, tapi yakinlah bahwa hati Umi tetap dan selalu memeluk Abi. Umi ingin menjadi Ibu yang baik untuk anak-anak Abi kelak, Umi ingin tua bersama Abi dan Umi ingin Abi mendampingi Umi saat menghadapi sakratul maut nanti. 

Abi... tanpamu aku hanyalah seperti raga tak bernyawa. *Lebay... :) 

With Love - Umi -

27 Sep 2013

Tentang Aku dan Dia Part III: Ujian Komitmen di Masa Enjury Time

Menunggu hari besar Nasional tak pernah terasa bagiku, mungkin juga bagi kalian. Who cares??? Tapi, menunggu hari yang dinantikan oleh setiap makhluk yang berupa manusia ternyata cukup mengganggu hati. Agustus 2012 – Juni 2013 bukanlah waktu yang banyak untuk dihabiskan dengan status single. Toh, saya sudah menjalaninya selama 26 tahun sebelumnya. Tak ada gundah gelisah, yang ada hanya kebebasan berbahagia ala diri sendiri. Namun, dalam kurun waktu yang tidak cukup setahun itu, rasanya beraaaaaat banget di awal. Tapi… semakin hari, semakin sedikit bilangan hari menuju hari – H, rasa beratnya malah tidak berkurang.

26 Sep 2013

Tentang Aku dan Dia Part II: Bukti Kesungguhan itu Bukan Janji

Lalu apa yang terjadi ketika dua hati telah saling terpaut dan saling menginginkan? Bukankah hati-hati itu harus disatukan dalam bingkai syari’ah yakni Pernikahan?

Ah, menikah itu memang sederhana. Hanya saja tidak sesederhana yang kita bayangkan. Menikah itu bukan hanya tentang penyatuan dua hati, tapi lebih pada penyatuan dua keluarga besar dengan segala perbedaan adat istiadat, karakter dan lain sebagainya.

Dan, menikah itu butuh modal. Bukan hanya modal keinginan, tapi juga modal uang. Sebagaimana yang kami sadari, ada jarak yang begitu mahal yang harus kami tebus.

Secara pribadi, saya tidak pernah menyodorkan satu nama di hadapan orang tua saya. Saya punya cara sendiri untuk hal ini.

Tentang Aku dan Dia Part I: Cerita Kita Bermula di Sini

Banyak yang bertanya, bagaimana proses pertemuan saya dengan suami hingga akhirnya menikah. Okay, pada dasarnya proses yang kami jalani sederhana dan ceritanya tentu saja hampir sama dengan kebanyakan pasangan suami istri lainnya. Tapi, demi menghapus sedikit dahaga kalian tentang true story pernikahan kami, dengan senang hati saya membaginya.

Saya akan menceritakan bagaimana keputusan YES or NO diambil, bagaimana suami membuktikan kesungguhannya dengan mendatangi orang tua saya, dari proses lamaran resmi hingga sampai ke hari pertama dia menyentuh tanganku…

Klopun tidak bisa memberikan inspirasi buat orang lain, minimal ini akan saya simpan sebagai pengingat akan apa-apa yang telah kami lalui untuk melangkah ke tahap pernikahan. Dan lagi, nantinya saya tidak perlu bercerita banyak ke anak cucu kami kelak, toh mereka bisa membacanya di sini.

21 Jul 2012

Cinta Keibuan

Met Puasa, temans!!! Semoga Ramadhan ini menjadi momentum untuk menjalin kemesraan dengan  Allah SWT. Biar semakin disayang ma Allah... Aamiin..
Berhubung sekarang adalah bulan penuh cinta, maka mari kita berbicara tentang cinta...
Masih, Salim A. Fillah-foria. Ehmmm... dalam diskusi bedah buku “Bahagianya Merayakan Cinta”, beliau sempat mengatakan bahwa cinta terhadap pasangan itu tidak bisa disamakan dengan cinta terhadap saudara. Cinta itu lebih cocok jika disandingkan dengan cinta seorang ibu kepada anaknya. Cinta keibuan.. Kita sudah sering mendengar defenisi cinta dari Ibnul Qayyim Al-Jauziah, Jalaluddin Rumi, Buya Hamka, Kahlil Gibran sampe Anis Matta. Mereka semua hebat dalam memberikan pemahaman tentang arti cinta. Tapi, menarik juga jika kita melihatnya dari pandangan Psikoanalisis seperti yang akan saya uraikan nanti.

16 Jul 2012

Perayaan Cinta

Alhamdulillah, sabtu malam dan hari Ahad kemarin, Allah memberikan saya kesempatan untuk mengikuti serangkaian kajian yang dilakukan ust. Salim A. Fillah selama di Batam. Sebagaimana kata beliau bahwa dalam melakukan percepatan pembelajaran, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah dengan menulis dan menyampaikan kembali apa yang kita tulis, kita dengar dan apa yang kita baca. So, moga-moga tulisan ini tidak ngawur. Ilmu itu harus diikat, klo tidak, pasti bakal dihapal di luar kepala alias lupa. Dan cara yang paling efektif dalam mengikat ilmu, yah... dengan MENULIS.

1 Jun 2012

Just About Turtle

Pada tau dan pernah lihat Kura-kura kan? Udah dong, minimal pernah lihat di Film Kartoon Kura-kura Ninja. Hehehe... Kura-kura ini sangat terkenal loh, dia lebih populer dibandingkan David Beckam ataupun Christiano Ronaldo.
Dalam mitologi Hindu, kura-kura (kurma) merupakan perwujudan Tuhan Yang Maha Esa (Dewa Wisnu) ke dunia untuk menyelamatkan Tirta Amerta dari tangan raksasa. Pemutaran Mandara Giri (Gunung Mandara) untuk mengaduk lautan susu dimana dasar gunung tersebut ditopang oleh punggung kura-kura menjadi bagian utama dalam cerita ini (diatur dalam kitab Mahapurana). Pada akhir cerita, Tirta Amerta dapat di selamatkan oleh para dewa dan dibawa ke surga. Gitu kata mbah Google.

19 Apr 2012

Lebay-nya Cinta!

Hakikat cinta adalah memberi. Jika tidak memberi berarti tidak mencintai. Jika tidak dicintai maka tidak akan ditemui pemberian-pemberian hebat dari orang - orang yang mengaku mencintai kita. Dan untuk menemukan orang yang mampu memberikan seluruh hidupnya pada kita, maka kita pun dituntut untuk berlaku yang sama. Bukankah apa yang kita berikan trend-nya akan berbanding lurus dengan apa yang kita dapatkan???

16 Apr 2012

Maafkan aku jika akhir-akhir ini tak ada lagi ungkapan-ungkapan gombal untukmu. Aku hanya tidak ingin menghabiskan kata-kata saat ini. Tidak ingin menghabiskan rindu, tidak ingin menghabiskan rasa sayang apalagi menghabiskan rasa cintaku padamu. Kau tidak mau kan nantinya mendapati rasa rindu, rasa sayang dan cinta yang sudah pernah habis untukmu???

3 Apr 2012

KASIH TAK SAMPAI

Awalnya, saya berfikir bahwa cinta itu harus memiliki. Jika tidak maka cinta itu tidaklah lebih dari nafsu belaka. Tapi saya lupa, bahwa di sana ada kerja-kerja takdir. Dimana takdir ini memberikan ruang ketidaktahuan pada kita untuk kemudian berusaha, merenung, menerka dan.... Ah, inilah yang dinamakan misteri hidup. Unpredictible life...
Akhir-akhir ini saya diperhadapkan pada beberapa cerita cinta anak manusia yang membuat hati saya terenyuh. Betapa hati-hati itu telah terpaut pada sang dambaan hati, namun semuanya akan berakhir sama. Cinta yang tidak mungkin bersatu, cinta yang terenggut oleh takdir orang lain.
Saya hanya bisa berharap, semoga setiap mereka bisa mengambil hikmah dari perjalan hati tersebut. Manusia mempunyai rencana, Allah pun mempunyai rencana dan yang akan mewujud menjadi nyata adalah rencana Allah.
Yah, tidak semua apa yang kita anggap baik adalah baik bagi kita, begitupun sebaliknya. Dalam hidup, akan banyak orang-orang baik yang diberikan Allah untuk kita kenali satu sama lain. Tapi dari semua itu hanya akan ada satu orang yang akan menjadi terbaik dari yang terbaik untuk membersamai kita selamanya.
Harus ikhlas, bahwa tak ada yang lebih indah selain dari rencana Allah untuk hidup kita.

26 Mar 2012

KAULAH JIWAKU

Bagaimana kau di mataku? Ah..Aku belum pernah sejauh itu memikirkannya, bahkan jika kau menanyakan mengapa aku mencintaimu, mungkin lagi-lagi aku hanya bisa memberikan jawaban gombal padamu. Tapi, malam ini aku mulai memikirkannya.
Aku ingin, kau menjadi pelengkap kata-kata yang hilang dari rangkai bahasaku. Karena sungguh sulit bagiku menemukan padanan kata untuk menguraikan perasaan ini.
Kau tau? Hatiku seperti hendak meledak jika mengingat tentangmu. Kedua mataku kini hanya mampu melihat dirimu meski yang lain menyata di hadapku. Tiba-tiba saja aku rela membiarkan diriku seperti orang bodoh. Padahal, sebelumnya aku tidak akan sudi membiarkan diriku lemah di hadapan orang-orang apalagi sampai terlihat bodoh. Tapi denganmu... Aku sendiri tidak mengerti dengan apa yang kulakukan.
Sebenarnya aku malu, sangat malu. Malu yang bertambah-tambah. Entahlah, aku sama sekali belum memikirkan harus berbuat apa jika kelak takdir langit menghendaki pertemuan diantara kita. Rasanya, aku sudah tidak memiliki muka lagi dan ingin membenamkannya saja.
Satu hal yang aku sadari, memutuskan untuk mencintaimu bukanlah karena emosi sesaat. Ada beberapa pilihan di waktu itu, dan hatiku lebih condong padamu. Anggap saja, aku sedang mengikuti kata hatiku.
Pernah dengar tentang kode ruh? “Jiwa-jiwa itu bagaikan tentara-tentara berbaris rapi, jika saling mempercayai mereka akan bersatu, dan jika saling mengingkari, mereka akan berpisah”. Aku percaya, kaulah pasangan jiwaku itu.
Ketahuilah. Tanpamu, ragaku bagai hidup tanpa jiwa...

1 Mar 2012

LALU APA SELANJUTNYA?

Ketika kita yakin telah menemukan cinta sejati kita, lalu apa selanjutnya? Memastikan bahwa apakah cinta kita berbalas atau malah bertepuk sebelah tangan, mungkin seperti itu. Jika cinta kita ini ternyata berbalas, kita masih punya tugas membaca pesan tersembunyi dalam lembaran cintanya ini. Seriuskah dia, main-mainkah dia, apakah karena nafsu, bagaimana kadar dia menghormati kita, bagaimana dia memperlakukan kita dan apa motifnya..


Dengan kata lain, ketika cinta ini sudah berbalas, sangat penting bagi kita untuk segera meregistrasinya pada pendaftaran ridha Allah dan juga ridha Orang tua. Sehingga, kita berada dalam posisi yang terjaga dari hal-hal yang tidak disukai Allah.

Disinilah titik kritisnya, kita tidak pernah tau persis siapa yang akan menjadi jodoh kita kelak, mungkin karena itulah Rasulullah jauh-jauh hari sudah memperingatkan kita, janganlah berlebihan dalam hal mencintai seseorang, begitupun dalam membenci. Dengan demikian kita akan memiliki cukup banyak ruang untuk menyesuaikan rencana diri kita dengan takdir yang telah ditetapkan-Nya.

Berat memang jika hati sudah memiliki pilihan, sementara waktu untuk melegitimasi perasaan itu masih berjarak. Saya hanya berfikir, mungkin agar cinta tersebut tetap dapat terlaksana dengan baik, seharusnya ada konsep yang matang dari hubungan itu. Sehingga waktu-waktu yang akan dilewati kedepannya tidak terbuang percuma dalam larutnya perasaan, tapi ada progress yang mengindikasikan semakin dekatnya hubungan itu pada tahap awal kehidupan, yaitu pernikahan. Di luar itu, kita masih dapat berperan sebagai seseorang yang saling mencintai, tapi dengan cara yang baik tentunya dan pastinya tidak menimbulkan murka Allah...

Salah satu hal yang krusial dalam sebuah hubungan adalah keluarga masing-masing pihak. Karena sebuah pernikahan tidak hanya mengikat dua insan yang saling mencintai, akan tetapi ada dua buah keluarga besar yang juga akan saling mengikat satu sama lain. Tidak ada lagi kata aku kamu, keluargaku keluargamu, orang tuaku orang tuamu, sadaraku saudaramu, karena semua itu akan terangkum dalam satu kata, yaitu kita.

Mengenal keluarga satu sama lain itu penting. Karena terkadang hal inilah yang menjadi penghalang untuk terwujudnya niat-niat pasangan yang saling mencintai menuju pernikahan. Oleh karena itu, jika kita sudah menemukan orang yang kita anggap sesuai untuk menjadi pendamping hidup, sebaiknya dikenalkan ke keluarga masing-masing. Jika ada yang tidak disukai, maka waktu masih memungkinkan untuk mencari solusinya. Jangan sampai, cinta sudah tumbuh begitu besar diantara keduanya sementara ada jurang menganga yang menghalangi.

Cinta sejati tak akan pernah tertukar apalagi terbeli, sekalipun oleh asset yang melimpah. Cinta tidak pernah salah, meskipun datang pada saat yang tidak tepat. Mungkin harus mengalami kenyataan pahit bahwa cinta tersebut sulit untuk dipersatukan. Namun, haruskah menerima nasib sebagai takdir yang tidak mampu untuk diubah? Atau berjuang mengubah takdir itu dan mendapati bahwa persimpangan jalan di depan terlalu berliku seperti labirin yang belum terlihat ujungnya?

Hanya ada dua pilihan, menerima takdir atau mengubah takdir!!!




MENGEJA WAKTU

Waktu tak akan membuatmu berhenti bermain di fikiranku...

Waktu tak akan menghapus jejakmu di hatiku...

Waktu tak akan mengikis habis perasaanku padamu...

Kau tau kenapa?

Karena waktu selalu berjalan maju ke depan,

Karena waktu tak pernah berjalan mundur ke belakang..

Ibarat menghitung, kita tidak sedang memulai dari 0 - 10,

Tapi ianya adalah, 10 - 9 - 8 - 7 - 6 - 5 - 4 - 3 - 2 - 1 - 0.

Sedikit kesabaran saja sudah cukup untuk membuatku kuat di sini.

Jadi...

Ketika aku mengatakan "Aku mencintaimu, menyayangimu dan merindukanmu"...

Tugasmu hanyalah percaya padaku.

Dengan begitu kau akan mengerti,

Betapa berharganya dirimu dalam hidupku.

Aku tidak suka meminta...

Juga tidak suka mengulang kata-kataku..

Tapi, jika aku harus mengulang setiap kata-kataku itu,

Agar kau percaya padaku..

Maka akan kusebut namamu di kala lelap tidurku dan di saat terjagaku..

Hingga perhitungan kita selesai..

Kalau masih kurang, maka bunuhlah aku dengan cintamu...



*Hahaha...Gombal gembel ala Kiki


29 Feb 2012

DIA

Dia,sebuah nama yang belum tereja


Dia, sebuah rupa yang belum tersketsa

Dia, sebuah sosok yang entah dimana

Dia, calon nahkoda sebuah biduk rumah tangga

Dia, kuyakin ada karna hati yang merasa



Rabbana...

Jaga ia dimanapun berada

Mudahkan langkahnya

Tunjukkan jalannya

Luruskan niatnya

Bulatkan tekadnya

Mantapkan hatinya

Berkahilah rizkinya

Hingga akhirnya

KAU pertemukan aku dengannya

Dalam suatu ikatan suci nan mulia

Mitsaqan ghalizha


(COPAS)

24 Feb 2012

CARI JODOH

Tentang pencarian jodoh. Maka silahkan saja kita mengagumi, menyukai dan mecintai siapa saja. Yang kita anggap baik secara agama, secara akhlak, dll. Tapi kita juga harus cantik bermain peran, dalam interaksi kita dengan si dia. Ada yang dinamakan mengumbar, ada juga yang disebut terlalu menutup diri. Kita tidak berdiri di keduanya. Jangan sampai melanggar aturan syar’i pergaulan laki-laki dengan perempuan, tapi tidak ekslusif juga. Santai saja Guys..
Bisa juga kita koleksi dulu mereka yg kita incar, tanpa harus mereka tau. Dan biarkan perjalanan terjadi se-alami mungkin. Kalaupun si dia sudah terlanjur tau tentang perasaan kita dan pada kenyataannya kita belum mampu melangkah ke jenjang pernikahan, maka kembali kita harus memainkan peran cantik. Yakinkanlah padanya dan diri kita sendiri, bahwa takdir tidak akan pernah tertukar. Jika memang jodoh, pasti akan bertemu jua meskipun semua orang bersepakat menentangnya. Begitupun sebaliknya, jika memang bukan jodoh, Allah pasti punya cara untuk menghapuskan rasa kekaguman itu walau sekeras apapun usaha kita untuk mempertahankannya.
Bersikap tegaslah dan tentukan target. Karena dengan target tersebut, kita akan fokus dengan niat awal kita untuk menjadikan si dia belahan jiwa kita. Sikap fokus itulah yang akan membantu kita dalam mengeksekusi strategi ikhtiar kita untuk akselerasi menuju ikatan pernikahan. Tapi, tetap kembalikan hasil akhirnya pada Allah, karena hanya pada Allah-lah satu-satunya tempat untuk kita menggantungkan semua asa.
Karena jatuh cinta, hanyalah satu bagian dari warna kehidupan, jadi jangan sampai dia mengganggu ritme keseharian kita. Nah, saat itulah kita memperkuat pinta kepada Allah. Dan adab meminta pada Allah, adalah tidak memaksa, tidak minta dipercepat, dan terbuka atas pilihan sejenis dari Allah, yang bukan spesifik yang kita minta. Cobalah mengintropeksi cara kita meminta pada Allah, jangan sampai masih ada kesan memaksakan kehendak di sana. Manusia saja tidak suka dipaksa, apalagi Allah...
Sehingga, apapun hasil akhir kisah muqaddimah cinta kita saat ijab qabul nanti, maka semua pihak akan ridho dengannya. Putuskanlah, dan resapi dalam-dalam, bahwa saat itu kita akan mencintai sepenuh hati istri/suami kita. Karena dengan bekal keputusan tadi, dengan janji bahwa kita akan mencintainya, kita akan terhindar dari godaan keong racun, dan tokek belang. Sekedar menegaskan, bahwa paling indah, jika setiap langkah hidup kita, kita selalu membingkai prasangka, dengan khusnudzon pada Allah swt..

23 Feb 2012

CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

“kita semua”
“memiliki seseorang yang tersembunyi di dasar hati”
“Ketika kita berpikir tentang dia, kita akan merasa seperti… umm ….”
“Selalu merasa sedikit sakit di dalam”
“Tapi kita masih ingin mempertahankan dia”
“Meskipun aku tidak tahu di mana dia sekarang ..”
“Apa yang dia lakukan”
“Tapi dia adalah orang yang membuatku mengetahui hal ini..”
…..
…..
“Hal-hal gila, yang disebut CINTA” (Crazy Little Thing Called Love)

Sebenarnya, saya tidak begitu menyukai film-film romantis, apalagi tentang kisah cinta ABG. Namun, setelah nonton film ini, saya mulai berfikir bahwa film ini mempunyai karakter unik dari film-film pada umumnya, meskipun semua kejadian yang ada di dalamnya begitu mudah ditebak. Tapi, pada kenyatannya itulah yang sebenarnya yang terjadi dalam kehidupan kita. Cinta itu sederhana.

Pesan moralnya adalah; Cinta dapat merubah segalanya, dan bisa menjadi inspirasi pemacu semangat dalam segala tindakan namun bisa menjadi sebuah malapetaka ketika tidak ditempatkan pada bagian yang sebenarnya. Perlakukanlah cinta sebagaimana mestinya.

15 Feb 2012

Alur Perayaan Cinta

Picture Bride, film berdasar sejarah migrasi orang-orang Jepang ke Pasifik itu memang memikat. Asli! Tak heran, dalam Sundance Film Festival 1995, film ini meraih penghargaan pilihan pemirsa. Kayo Hatta, sang sutradara, yang menggarap film ini sepanjang tahun 1994 berhasil menghadirkan suatu kisah dramatis tentang wanita-wanita Jepang yang berani memutuskan menikahi para perantau yang telah lebih dahulu berada di Hawaii, dengan spekulasi sangat tinggi.
Hanya satu informasi yang mereka tahu tentang calon suaminya: selembar foto! Dan konflik digarap seru, ketika ternyata foto itu adalah selembar foto yang diambil 20 tahun yang lalu. Apakah mereka masih bicara cinta? Jangan kau kira cinta datang dari keakraban dan pendekatan yang tekun Cinta adalah putera dari kecocokan jiwa Dan jikalau itu tiada Cinta takkan pernah tercipta, dalam hitungan tahun, bahkan millenia (Kahlil Gibran)
Saya punya satu kisah lagi yang tak kalah menarik dengan Picture Bride. David Weinlick nama pria itu. Tanggal 13 Juni 1998 jam 11 siang, Dave berdiri di Mall of America di Minneapolis untuk menikah. Tetapi ia belum tahu dengan siapa. Sebuah panitia yang dipimpin psikolog tenar Steve Fletcher sedang memilihkan calon mempelai wanita untuknya melalui serangkaian wawancara dengan 26 orang calon yang telah mendaftar sejak Dave “diiklankan” di televisi. Waow! Acara di mall ini melebihi apa yang diperkirakan Fletcher, ditonton ribuan orang dan ditayangkan live oleh stasiun televisi dari 6 negara.
Richard Calrlson, Ph.D., kolega Fletcher yang kita kenal di Indonesia melalui rangkaian buku psiko-pop karyanya “Don’t Sweat Little Stuff”  mengisahkan ketakjubannya bahwa Fletcher dan timnya memulai acara di jam 7 pagi, mulai memilih jam 13.30 siang, dan Elizabeth Runze sang mempelai wanita terpilih dan dinikahkan dengan Dave tepat pukul 16.00 sore. Satu menit menuju pernikahan. Sekali lagi “Waow!”, kata Carlson. Siapa yang was-was selalu? Tentu saja Steve Fletcher, sang comblang yang jauh-jauh hari telah dikatai bercanda, gila, dan mabuk saat menyelenggarakan acara ini.
Selama beberapa tahun ia terus menjalin komunikasi.dengan Dave dan Elizabeth. Ia selalu bertanya, “Bagaimana?” Dan hingga kini ia tersenyum karena mereka masih saling mabuk kepayang pada pasangan hidupnya dalam sebuah rumahtangga harmonis yang sering terasa utopis bagi orang Amerika.
Bagi mereka yang mengupayakan cinta hanya ada iklim hangat dan iklim sejuk meski ada goda aurora dan pelangi khatulistiwa Bagi mereka yang mengupayakan cinta setiap musim membagi cinderamata kristal salju, kuntum bunga, pasir pantai, serasah hangat juga payung dan layang-layang Bagi mereka yang mengupayakan cinta di tiap cuaca cerah berbagi harapan, awan bersulam rahmat, hujan menyanyi rizqi, badai mengeratkan peluk dan tiba-tiba, surga mengetuk pintu rumah Apa rahasia kesuksesan pernikahan yang kisahnya seperti judul buku saya -Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan- itu? “Mengapa kau yakin ini akan berhasil?”, tanya teman-teman. Kata Elizabeth, “Karena aku yakin ini akan berhasil. Sesederhana itu.
Aku fokus pada apa yang dibutuhkan untuk membangun kehidupan bersama yang panjang dan penuh kebahagiaan”. Bagaimanapun, saya kagum pada kisah ini. Saya lalu teringat pada beberapa undangan walimah di atas meja yang mencantumkan ayat Allah, Surat Ar Ruum ayat 21. “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian dari anfus (jiwa-jiwa) kalian sendiri, azwaaj (pasangan hidup), supaya kalian ber-sakinah kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”.
Saya pikir, inilah yang kita punya. Inilah manhaj yang seharusnya kita jadikan plot (alur) dalam merayakan cinta. Sedihnya, kebanyakan mereka yang mencantumkannya dengan tinta emas di atas undangan mewah tak menghayati maknanya. Ringkasnya, ada beberapa kata kunci yang saya tangkap dari ayat ini.
1. Min anfusikum. Dari jiwa-jiwa kalian. Artinya, hal pertama yang dibicarakan Al Quran tentang pernikahan dua manusia adalah kesejiwaan. Ruh itu, kata Nabi seperti tentara. Jika kode sama, sandinya nyambung, meskipun belum saling melihat mereka pasti bersepakat. Jika tidak, ya tembak dulu, urusan belakangan. Kodenya saja sudah nggak nyambung sih. Nah, apa sih kode dan sandi untuk ruh? Komitmen kepada Allah dan agamanya. Itu saja. Itulah kesejiwaan. Dave dan Elizabeth menunjukkan pada kita bahwa sekedar komitmen untuk membina rumahtangga bahagia saja bisa sedemikian kuat. Apalagi komitmen yang lebih besar seperti kesamaan visi untuk memperjuangkan agama Allah?

2. Azwaajan. Pasangan hidup. Tak berlama-lama, sesudah kesesuaian jiwa, Al Quran segera mengatakan bahwa mereka menjadi suami isteri. Saya tergelitik dengan pesan Dave yang mengisyaratkan kuatnya komitmen mengalahkan kekanak-kanakan jiwa. “Orang selalu berpikir”, kata Dave, “Bahwa kita harus mencari pasangan yang tepat, maka hubungan akan berhasil. Aku ingin katakan, berhentilah mencari orang yang tepat, dan jadikan orang di samping anda yang memang hebat itu menjadi orang yang tepat!”.  Dave mengajari kita menjadi manusia yang lebih tinggi, manusia yang “menjadikan”, bukan sekedar “mencari”. Dan Dave benar. Ada dua hal di dunia ini. Menikahi orang yang dicintai atau mencintai orang yang dinikahi. Yang pertama hanyalah kemungkinan. Sedangkan yang kedua adalah kewajiban.

3. Litaskunuu ilaihaa. Supaya kalian tenteram, tenang, padanya. Unik sekali. Kata hubung yang dipakai adalah huruf lam (li) yang menunjukkan otomatis. Kata Allah, kalau pernikahan dimulai dari kesejiwaan, maka otomatis seorang suami akan merasakan ketenteraman pada isterinya, dan seorang isteri akan merasakan ketenangan pada suaminya. Lhoh, kok banyak rumahtangga tidak sakinah? Mungkin karena tidak dimulai dari kesejiwaan sehingga untuk sekedar tenteram saja ikhtiyarnya harus luar biasa keras. Apa sih sakinah itu? Sederhananya, sakinah inilah yang menyebabkan pernikahan disebut separuh agama seseorang. Dengannya seorang insan bisa mengoptimalkan potensinya untuk menjadi ‘Abdullah (hamba Allah), dan khalifah (pengelola nikmat-nikmatNya untuk kemashlahatan alam semesta). Tenteram karena gejolak syahwat telah menemukan saluran yang halal dan thayyib, tenang karena ada sahabat lekat yang siap mendukung perjuangan.

4. Wa ja’ala bainakum mawaddatan. Kemudian ada yang harus diproses, diupayakan, yakni mawaddah. Apa itu mawaddah? Wah, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memang kekurangan kosakata untuk cinta. Hanya cinta dan love. Padahal bahasa Arab punya empat belas. Nah, saya membandingkan pemaknaan Ibnul Qayyim Al Jauziyah terhadap mawaddah dalam buku Raudhatul Muhibbin dengan salah satu jenis cinta yang disebut Erich Fromm dalam The Art of Loving sebagai cinta yang erotis-romantis. Nah, ternyata bisa disejajarkan. Jadi mawaddah adalah cinta yang erotis-romantis. Bentuknya bisa ekspresi yang paling bathin sampai paling zhahir, dari yang sifatnya emosional hingga seksual. Inilah mawaddah.

5. Wa (ja’ala bainakum) rahmatan. Yang harus diusahakan bukan cuma mawaddah tapi juga rahmah. Ini juga cinta lho, bukan sekedar kasih sayang. Cinta yang bagaimana? Cinta yang seperti lagu, kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. He he, jadi ingat waktu TK. Inilah cinta yang memberi -bukan meminta-, berkorban -bukan menuntut-, berinisiatif -bukan menunggu-, dan bersedia, -bukan berharap-harap. Erich Fromm menyebutnya cinta keibuan.
Nah, sekilas inilah alur perayaan cinta yang dituntunkan Al Quran. Jika kita mendesain perayaan cinta dengan plot ini, tanpa bermaksud lancang pada Allah saya berani menjamin bahwa dalam pernikahan kita bisa menemukan Bahagianya Merayakan Cinta, buku saya yang keempat itu. Nah, kok banyak pernikahan yang error? Biasanya karena plotnya kacau.
Pernikahan tidak dimulai dengan kesejiwaan tapi justru dengan mawaddah. Sebelum menikah mereka sudah menikmati cinta yang erotis-romantis. Entah apa namanya. Pacaran. TTM. HTS. Semuanya adalah mawaddah. Tanpa sakinah, apalagi rahmah. Perhatian, kado, bunga, coklat, kedekatan, khalwat, bersentuhan, pandangan. Itu semua mawaddah. Bahkan sms berisi nasehat “Bertaqwalah pada Allah”, missedcall tahajjud, hadiah buku&kaset nasyid berjudul Jagalah Hati, dan seterusnya, itu juga mawaddah. Bentuknya saja yang berbeda.
Yang satu bunga dan coklat valentine. Yang lain buku dan kaset dakwah. Tetapi sensasi yang dirasakan oleh pemberi dan penerima sebenarnya sama: mawaddah. Demi Allah, silakan pasang ECG (Electro Cardiograph) di jantungnya dan EEG (Electro Encephalograph) di otaknya. Sinyal yang dihasilkan persis. Artinya sensasi yang dirasakan sama.. Nah, hati-hati dengan mawaddah. Biasanya meski engkau wahai aktivis dakwah, memulai dengan kesejiwaan, coba-coba mencicipi mawaddah sebelum dihalalkan akan mengaburkan kesejiwaan itu dan membuat segalanya berantakan. Celakalah mereka yang menikmati mawaddah sebelum waktunya! Katakan, “Aamiin..!”
(Salim A Fillah)


Sebuah narasi yang indah, sangat mencerahkan hati dan mampu membuat diri ini tuk sejenak berpikir, lalu bertanya, benarkah rasa ini karena Allah??? Atau jangan-jangan ini hanyalah angan-angan yang berusaha dibenarkan oleh akalku saja. Aku bermohon kepada Allah, semoga aku tetap berada pada jalur hati yang diridhoi-Nya dan diteguhkan niat karena-Nya. Aamiin...

14 Feb 2012

DIRIMU

Bukan besar kecilnya penghasilan,
yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu.
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
Bagiku, itu sudah cukup...

12 Feb 2012

SESUATU YANG INGIN KUDAPATKAN


Akhirnya, muncul juga “sesuatu” yang INGIN dan HARUS kudapatkan. Aku serius. Selama ini aku tak pernah mempunyai ambisi apalagi terobsesi terhadap sesuatu. Banyak hal yang kuinginkan dalam hidupku, tapi semuanya selalu kuukur dengan kemampuanku. Jika lebih sedikit dari kemampuanku, maka semuanya akan kuserahkan kepada kedua orang tuaku. Sejatinya, aku belum pernah merasakan bagaimana rasanya berjuang untuk mendapatkan sesuatu.

Aku memang terlalu pengecut, menghindar dan menghindar lagi, berlari dari satu mimpi ke mimpi lainnya. Sudah tiba masanya hidup menentukan pilihan. Ada kalanya, gerak hati tidak mampu dikendalikan lagi. Dan saat itu, akan kubiarkan ia bebas menentukan takdirnya.

Aku sudah terlalu terbiasa nyaman dalam pelukan kedua orang tuaku, aku tak perlu memikirkan kerasnya hidup karena selalu ada pundak mereka untukku menyandarkan semua bebanku. Kekhawatiran terbesar orang tuaku adalah bagaimana jika mereka sudah tak bisa lagi menemaniku, dan juga sebenarnya itulah kekhawatiran terbesarku. Aku begitu bergantung pada mereka.

Aku tidak pernah merasa kekurangan satu apapun dalam pelukan mereka, semuanya sudah terasa sempurna. Tapi kini, aku mulai merasa ada sesuatu yang kurang dari kesempurnaan itu. Dan aku harus berusaha untuk menyempurnakannya. Aku ingin kali ini tidak mengandalkan mereka lagi, tapi harus kuraih dengan tanganku sendiri.

Sebuah harapan tanpa suara menanti, ini sungguh memilukan hati. Mungkin ada 1001 alasan untuk menyerah, tapi bagiku cukuplah 1 alasan untukku tetap berjuang, yaitu CINTA. God...Please, HELP me!!!

11 Feb 2012

A Little Thing Called Love

Cinta adalah Takdir..

Cinta adalah Jodoh..

Cinta itu harus memiliki..

Jika tidak, maka itu bukanlah cinta.

Tapi nafsu..