12 Apr 2012

BACKPACKER; MALAYSIA

Awalnya, saya hanya berencana jalan-jalan ke Singapur. Karena saya belum familiar dengan kondisi Singapur, makanya saya berinisiatif mengajak seorang teman, namanya mbak Ika tapi kami punya panggilan akrab yang cukup aneh, “BRO”. Begitulah sapaan kami baik ketemu secara langsung maupun dalam bahasa sms, chatting atau di FB.
Mbak Bro ternyata lebih kepengen ke Kuala Lumpur dibandingkan ke Singapur, maka akhirnya saya meng-iyakan saja dengan syarat berangkatnya di 5 - 8 April saja, bukan maret 2012. Maklumlah, sebagai anak rantau tentunya butuh waktu juga buat menabung jika ingin melakukan perjalanan yang budget-nya di atas 1juta rupiah.
Sebenarnya, akhir tahun 2010 lalu kami sudah pernah ke Kuala Lumpur tapi waktu itu belum puas mainnya. Kebetulan mbak Bro penasaran melewati jalur Batam – Singapur – Johor – KL. Lagi-lagi saya mengiyakan ide mbak Bro tersebut. Toh tidak ada ruginya, lumayan kan buat mengembalikan memoriku yang sudah hilang ketika beberapa tahun yang lalu pernah melalui rute tersebut. So, finally... We did it!!!
BATAM – SINGAPORE
Malam sebelum berangkat, semua kebutuhan perjalanan sudah saya Packing ke dalam ransel. Kamis, 5 April 2012 pukul 17.30 WIB seharusnya kami sudah berada di atas Ferry. Tapi berhubung kami masih harus ngantor di hari tersebut, karena sesuatu dan lain hal akhirnya kami berangkatnya pukul 18.40 WIB. Saya pribadi berencana meninggalkan kantor pukul 15.00WIB, tak disangka Pak Boss yang kebetulan sedang ngantor di Kuala Lumpur nelpon untuk membantu menyelesaikan pekerjaan teman kantor di menit-menit akhir rencana kepulangan saya. Agak BT juga sih awalnya, tapi kemudian saya berusaha menyabarkan diri, “sabar, sabar, sabar!!! Ini baru ujian pertama”.
Dari tempat Kost, saya menuju ke Mega Mall (Pelabuhan Ferry) dengan Taxi, Rp. 40.000,-. Tiba di sana saya sempatkan untuk belanja di Hypermart beberapa kebutuhan mandi dan tidak lupa membeli air mineral dan UC1000. Ingat, anda membutuhkan asupan Vitamin setiap harinya. Namun, entah mengapa saya lupa membeli CEMILAN. Masalah!!!
15 menit sebelum keberangkatan Ferry, seharusnya kami sudah Check-In. Tapi mbak Bro telat karena terjebak Meeting di kantornya. Ah, sudahlah!!! Saya tidak boleh mengeluh, apapun yang terjadi, itu adalah kesepakatan antara hati dan otak saya sendiri dari awal. Akhirnya saya menelpon mbak Bro agar tidak usah meminta Boss-nya ngebut menuju Pelabuhan. Toh, masih ada pemberangkatan selanjutnya.
Sekitar pukul 20.50 Waktu Singapur kami tiba di Harbour Front (Waktu Singapur = WITA). Kami langsung menuju stasiun MRT yang akan ke Outram Park Statiun. Dari Outram Park, kami berganti kereta lagi yang akan menuju stasiun Kranji. Jarak stasiun ini cukup jauh, kira-kira 30 menit (+) waktu tempuhnya. Yah, setidaknya kami tiba di Kranji sekitar jam 10 malam waktu setempat.
Sebelumnya saya ingin membeli Card Link di Singapur, tapi sudah telat. Kartu ini sangat mempermudah siapapun ketika berjalan-jalan ke Singapur. Cukup men-charge beberapa dollar dan kedepannya tidak perlu lagi berurusan sama mesin Card selama kita masih memiliki saldo di dalam Card tersebut. Tapi karena telat, jadi terpaksa saya harus selalu membeli one way Card. Cukup repot. Pelajaran pertama: Selalu siapkan pecahan-pecahan kecil mata uang yang anda pakai demi kelancaran membeli tiket alat transportasi di manapun anda berada.
Oh yah, ticket Ferry Batam – Singapur = 42 SGD + 20SGD(Tax) untuk two way. 1 SGD = Rp.7.350,-. Saya pribadi dapat Free Ticket dari Perusahaan tempat saya bekerja and it’s include free tax. Jadi saya tidak perlu mengeluarkan duit skitar 450ribu rupiah untuk biaya ticket Ferry. Harbour Front – Outram Park = 1.2SGD dan Outram Park – Kranji = 2.2SGD (klo gak salah ingat).
SINGAPORE - JOHOR
Untuk menuju Johor (terminal Larkin), ada dua jenis Bus yang digunakan. Boleh dengan Causeway Link (CW1) atau boleh juga SBS Transit No.170. Biayanya murah, hanya 1.9SGD (ingat pelajaran pertama di atas, atau kalau tidak silahkan pecahkan dulu uangnya kemudian ikut antri lagi). Tapi, antriannya minta ampun, secara malam sudah larut. Setelah antri hampir dua jam (kami mesti ikut 3x antri gara-gara tidak tau pelajaran pertama di atas), akhirnya kami berhasil menumpangi Bus SBS Transit no.170.
Dari Singapur, kita harus melewati Check Point terlebih dahulu. Di sini kembali Passport diperiksa oleh Keimigrasian Singapur sebagai tanda bahwa kita akan meninggalkan Singapur. Kemudian kembali menuju Bus yang lagi-lagi antriannya sangat panjang. Oh yah, Struk pembayaran yang 1.9SGD tadi jangan sampai hilang yah, soalnya nanti diperiksa pas mau naik Bus lagi. Tidak mesti menaiki Bus yang sama sebelumnya, yang penting jenis dan nomornya sama. Pelajaran kedua: Malu bertanya pasti menderita. Jangan sampai salah ambil tempat antrian Bus yah, apalagi salah menuju tempat Bus Parkir.
Dari Check Point, kemudian menuju Imigrasi Malaysia. Kembali prosesnya sama dengan di atas. Pemeriksaaan passport, antrian Bus yang sama untuk menuju terminal Larkin. Kami baru tiba di Johor di atas jam 12 malam. Kaki sudah seakan tidak mampu menopang badan, bayangkan saja, dari Outram Park sampai ke Johor kami sekalipun tidak pernah kebagian tempat duduk. Subhanallah...
JOHOR – Kuala Lumpur
Setibanya di Johor, kami langsung mencari Bus yang akan menuju Kuala Lumpur. Tapi, harga ticket-nya diluar perkiraan, 45MYR yang normalnya hanya berkisar 29MYR – 32MYR. Tapi kami masih beruntung, penumpang setelah kami yang dengan Bus yang sama terpaksa membayar 60MYR. Pukul 12.45 Bus melaju ke Kuala Lumpur dan saya pun sudah hanyut di dalam tidur.
Tiba di Kuala Lumpur sekitar jam 4 pagi waktu setempat. Kali ini bukan di Terminal Pudu Raya atau pun Bukit Jalil, melainkan Terminal Bus baru yang sangat megah melebihi Bandara yang ada di Indonesia. Namanya Terminal Bersepadu Selatan (TBS) yang berada dekat dari statiun kereta Bandar Tasik Selatan. Kami langsung mencari surau (musholla).
Waktu sholat subuh-nya jam 6 pagi. Oh yah, Malaysia dan Singapur itu mengikuti jam WITA tapi waktu sholatnya sama dengan wilayah WIB. Jadi, tolong diingat yah. Apalagi jika anda sedang berpuasa, jangan sampai buka puasa-nya ikut jam WITA.
Saya sempat tertidur di surau, bahkan sampai ngorok kata mbak Bro. Kebetulan saya memang lagi off ibadah fardhu-nya. Sedikit saran buat kaum Hawa, jika kalian berencana melakukan perjalanan jauh, maka perhatikanlah siklus haid anda. Jangan membuat Planning di hari pertama atau kedua masa menstruasi, apalagi bagi anda yang merasa perih di awal-awal masa mens. Jangan sampai masalah ini membuyarkan rencana perjalanan indah anda.
Di terminal ini, kami juga langsung membeli ticket pulang ke Johor dengan pemberangkatan Ahad, 8 April 2012 pukul 12 siang dengan harga normal, 31MYR. Kami disuruh check-In 30 menit sebelum jam pemberangkatan.
BATU CAVES TEMPLE

Jam 7 pagi waktu setempat, kami langsung menuju stasiun kereta Bandar Tasik Selatan – KL Sentral – Batu Caves (2.2 MYR). Untuk menuju Batu Caves, kita harus berganti kereta di KL Sentral. Ingat pelajaran kedua di atas, bertanyalah!!!
Ternyata, tempat wisata Batu Caves Temple ini tepat berada di dekat stasiun kereta. Jadi cukup berjalan kira-kira 50 meter dan kita sudah sampai di sana. Boleh dibilang tempat ini adalah wilayah komunitas India di Kuala Lumpur. Di sini kita bisa melihat ritual sembahyang mereka, yah..samalah dengan yang di Film-Film India yang biasa kita nonton.
Di sini ada patung Hanoman dan satu lagi patung Raksasa berwarna emas. Sebenarnya kami sudah sangat lelah, tapi tanggung juga kalau lihat-lihatnya hanya setengah-setengah. Akhirnya kami pun ikut menaiki tangga yang entahlah berapa tingginya untuk memasuki Gua yang ada di atas bukit.
Saya sangat senang dengan pemandangan yang ada di Gua ini, yah, meskipun sangat terganggu dengan aroma pipis Monkey yang berkeliaran di sekitar Gua. Ditambah lagi aroma kemenyan. But it’s OK. This is worderfull place to go, i think.
BUKIT BINTANG
Siang sudah mematang, perutpun sudah meminta haknya. Kami kemudian langsung membeli ticket kereta menuju Bukit Bintang (4.2MYR), tempat dimana kami akan mencari Penginapan. Dari stasiun Batu Caves ke KL Sentral terlebih dahulu. Dari KL Sentral kami mampir di Pasar Seni. Kami menuju Centra Market. Di sini adalah salah satu pusat tempat penjualan suovenir khas Malaysia. Rencananya kami belum mau belanja-belanja tapi hanya ingin mengambil Peta Wisata, sayang stock Peta yang paling lengkap-nya sudah gak ada lagi.
Dari stasiun Pasar Seni ke stasiun Masjid Jamek. Di sini kami sempat kebingungan dan mesti bolak-balik beberapa kali hanya karena bingung bagaimana caranya ke Bukit Bintang. Banyak waktu yang terbuang percuma di sini, apalagi tenaga. Saya sempat agak tidak enakan sama mbak Bro, kan Bukit Bintang boleh dicapai dari dua arah, boleh dari stasiun Titiwangsa kemudian transit Monorail atau dari stasiun Hang Tuah transit Monorail. Tiba di stasiun Titiwangsa, saya pengennya langsung ke gerbong Monorail, tapi mbak Bro malah mau ke stasiun Hang Tuah, itu artinya kami harus kembali lagi dan melewati stasiun Masjid Jamek lagi. Saya harus sabar!!! Saya ikut apa kata mbak Bro dan pada akhirnya dia menyadari kalau rute yang dia pilih tidak efektif. But, let’s forget it. We are here for having fun, right!
Di Bukit Bintang, setelah keluar dari stasiun kereta. Kami menyebrang terlebih dahulu ke arah McD, bukan buat cari makan tapi mau cari penginapan terlebih dahulu. Sebelumnya kami sudah beli makan siang di stasiun Masjid Jamek, 10 MYR dan karena kakiku sakit jadi saya memilih beli sendal jepit, 10 MYR juga. Kami kemudian belok kiri dari arah McD, yang sejajaran dengan KFC. Tak lupa saya mengambil foto-foto daerah tersebut terlebih dahulu. Pelajaran ketiga: Ambillah gambar daerah yang anda datangi sebagai penanda. Insya Allah, ini sangat berguna ke depannya.
Tanpa perlu banyak bertanya, kami langsung memilih hotel Putera Bintang untuk double bed dengan harga 77MYR/hari, kami membookingnya 2 hari = 154 MYR. Mbak Bro langsung mandi, saya malah langsung memijat badan sendiri. Saya tau saya bukan pejalan kaki yang baik, makanya saya sudah menyiapkan balsem yang akan saya gunakan sebagai bahan pemijat. Alhamdulillah, lumayan banget loh khasiatnya. Kaki-kaki yang sudah pegal semua, persendian yang seakan sudah pada remuk, akhirnya sedikit kembali memperoleh kekuatan setelah dipijat.
Setelah Asar, kami hanya berencana jalan-jalan santai di sekitaran Bukit Bintang saja. Di sini banyak Mall, banyak hotel dan banyak restoran. Kami memilh makan di BB Bistro, letaknya di samping BB Plaza. Makanannya enak-enak loh. Tapi kalau buat kantong Backpackeran, saya sarankan jangan makan di sini. Cukup mahal juga, tapi cita rasanya dijamin anda tidak akan menyesal mengeluarkan duit lebih. Di sini saya menghabiskan 16MYR untuk nasi ayam dan air kelapa muda. Kemudian di malam berikutnya, kami kembali makan di sini. Dan lebih mahal lagi kenanya Bo... 25MYR, maklum lagi malam minggu euy, ada hiburan malamnya, mungkin karena itulah jadi harga-harganya pada naik semua.
Chin Swee Temple at GENTING HIGHLAND                                                        
Berbicara tentang Genting Highland, sepertinya tidak perlu terlalu banyak-banyak. Di tulisan saya sebelumnya sudah pernah membahas ini. Saya cuman tertarik sama Kuil yang letaknya kira-kira 1 km dari pusat Genting. Dari genting, kita bisa menumpangi Bus Pesiaran (Bus Pariwisata) ke kuil tersebut. Gratis kok. Waktu beroperasinya setiap 30 menit sekali.
Kalau kalian penggemar Film “White Snake Legend”, pasti penasaran dong melihat yang namanya Pagoda secara langsung. Kuil ini berdiri kokok di atas lereng batu. Yang meskipun kuil ini masih berada di bawah bukit tempat berdirinya Resort World Genting yang terkenal itu, tapi tetap saja pemilihan posisi pembangunan kuil ini cukup menarik. Sebagai orang yang bergelut di dunia Teknik, tentunya ini sangat menarik, apalagi buat kalian yang punya basic sebagai Arsitek.
Udara sejuk dan kabut tipis semakin menambah romantisme tempat ini. Kabarnya kuil ini selesai dibangun selama 18 tahun. Dan kabarnya lagi, Kuil ini di bangun oleh alm. Tan Sri Lim Goh yang juga sebagai pendiri dari Genting Resort yang membangun kuil ini sebagai bentuk dari kesyukurannya atas keberhasilannya membangun sebuah karya megah di atas bukit. Katanya sih kuil ini sangat mirip dengan yang aslinya di Penglai, Fujian, China..
Bangunan ini dipenuhi dengan patung-patung yang seakan berbicara pada kita tentang sebuah sejarah. Sudah lazim bagi kita, bagaimana masyarakat china yang selalu membuat segala sesuatunya juga dengan segala philosofinya. Tapi saya belum sempat cari infonya. Terlalu banyak pertanyaan yang muncul di Kepala, tapi mau diapa lagi, gak ada tour guide yang bisa menerjemahkan semua pemandangan mistis yang ada di sana.
Biaya ke Genting cukup murah. Kami mengambil Bus dari terminal yang ada di Titiwangsa, 5.9MYR. Di sana beli makan siang 10.5MYR, naik cable car/Skyway 6MYR dan ticket Bus kembali ke KL Sentral 6MYR. Buat yang penasaran untuk merasakan atmosfir menaiki Skyway, yang paling memacu Adrenalin sih pas naik Skyway dari bawah ke atas. Hanya saja, kalau menggunakan rute ini, antriannya panjang banget. Tapi kalau dari atas ke bawah, kita tidak akan mengalami nasib buruk terjebak dalam antrian yang panjang. So, the choice is in your hand.
KLCC = TWIN TOWER = MENARA KEMBAR = GEDUNG PETRONAS
Tempat ini juga tidak perlu diceritakan panjang lebar. Semua orang juga tau meskipun belum pernah ke sana. Gila-nya yah, kami sampai dua season ke KLCC, sabtu sore dan minggu pagi. Menariknya, akhirnya setelah saya berkali-kali ke Malaysia, akhirnya saya menemukan cara mengambil Photo dari angle yang benar.
Butuh 4 kali ke KLCC bagi saya untuk mendapatkan photo keren di sini. Maklum saja, kamera yang kami gunakan masih yang digital biasa. Bukan kamera yang harganya 5 juta ke atas. Hehehe...
Saya kasi tau caranya yah, silahkan berpose ala gaya lo di bagian paling ujung kolam air mancur bagian terluar gedung. Kemudian dekatkan kamera ke object dengan mengangkat tangan setinggi dan senyaman bugi sang juru potret. Jadi kedua gedungnya keambil dan si object juga keambil close-up. Gak macam tarzan sama monyetnya lagi. Hohoho...
Oh yah, kalau dari stasiun KL Sentral, naik LRT langsung sampai di KLCC. Biayanya hanya 2.2MYR. Tiba di stasiun KLCC, perhatikan saja tanda EXIT. Soalnya stasiun ini berada di bawah tanah di sepanjang perjalanan dari stasiun Masjid Jamek.
MASJID JAMEK
Finally, dreams come true. Hal yang paling ingin saya kunjungi di Kuala Lumpur sendiri adalah Masjid ini. Sayang, saya tidak bisa menunaikan sholat berjamaah di sini. Tapi, tentunya saya datang ke sini dengan membawa sebuah doa khusus. Penasaran?
Masjid ini dibangun pada tahun 1909 dan merupakan Masjid tertua di kota Kuala Lumpur. Sebagai informasi, bangunan ini terinspirasi dari seni bangunan Moghul dari utara India dan di-Arsiteki oleh Arthur Benison Hubback. Katanya, Masjid ini hampir mirip dengan Masjid Jamek yang ada di Cordoba, Spanyol. Hmmm...Jadi penasaran ke Cordoba.
Selain menikmati keindahan arsitektur dari Masjid Jamek ini, di sini juga ada free wifi. Lumayan untuk saya bisa meng-upload foto-foto ke Facebook. Tak jauh dari Masjid ini, sekitar 50 meter, setiap malam minggu dibuka pasar malam di sini. Jadi bagi anda yang hobby belanja, mungkin di sini adalah salah satu tempat yang bisa saya rekomendasikan.
GOING HOME, BATAM
Hari terakhir di Kuala Lumpur, tak banyak yang kami lakukan. Kami hanya Check Out dari Hotel jam 7 pagi dan langsung menuju KLCC. Setelah puas berphoto ria di KLCC kami memutuskan untuk segera ke Terminal Bersepadu Selatan (TBS). Kami bertolak dari stasiun KLCC menuju KL-Sentral dengan harga 1.2MYR untuk kemudian transit ke stasiun Bandar Tasik Selatan dengan menggunakan kereta express, 4.2MYR. Kereta ini jugalah yang digunakan jika ingin menuju Bandara KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Berbeda jika anda adalah pengguna ticket Air Asia, maka anda akan menggunakan Skybus yang ada di stasiun KL Sentral juga menuju Bandara LCCT (Low Cost Carier Transport).
Masih ada waktu untuk mengisi perut. Kami memilih sebuah Food Court di Terminal Bersepadu Selatan. Saya memilih masakan ala Thailand di Thailand Corner, dan rasanya juga sangat enak. Harganya 10.5MYR + air minineral + Orange Juice. Murah kan???
Ada yang unik dari Food Court tersebut. Jadi pembayarannya dilakukan dengan sebuah Card yang sebelumnya diisi di sebuah counter. Kalaupun ternyata ada lebihnya, maka setelah Card tersebut dikembalikan maka uang kembalian kita juga akan diberikan saat itu juga. Tapi jika kurang, maka charge dulu saldonya. Agak ribet juga sih, tapi kalau difikir-fikir keren juga.
Tepat jam 12 siang waktu Kuala Lumpur, kami langsung bertolak ke Johor dengan menggunakan Bus yang terbilang mewah. Salah satu hal yang membuat saya tertakjub dengan Malaysia adalah konstruksi jalan raya yang ada di sana. Sepertinya pemerintahnya memang sangat consern dengan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur secara terus menerus. Drainasenya pun sangat tertata rapih. Entahlah, di sana sering banjir atau tidak, tapi di sepanjang perjalanan pulang yang ditemani oleh hujan deras dengan petir menyambar-nyambar, tak satupun daerah yang terlihat banjir.
Mata kita juga hanya akan dimanjakan dengan perkebunan kelapa sawit selama berjam-jam perjalanan Kuala Lumpur – Johor. Sekali waktu saya melihat perkebunan buah Naga. Dari setiap sisi perkebunan kelapa sawit, semuanya hampir dipenuhi dengan pohon jati. Jalanan sangat bersih, mulus tak bergelombang dengan lobang seperti di Indonesia. Rumput-rumput berdiri rapi dengan hijau yang sedap di pandang mata.
Setiba di Johor, setelah mbak Bro Sholat, kami langsung menuju Singapur dengan menggunakan Bus Causeway Link. Murah banget, hanya 1.4MYR untuk sampai ke stasiun Kranji. Prosesnya sama saja ketika dari Singapur menuju Johor. Hanya saja, perlu diingat. Ketika berada di Centre Point, Isi Card terlebih dahulu yang sama dengan Card sewaktu berangkat dari Batam. Kalau tidak, rugi ikut antrian panjang karena pasti bakalan disuruh ambil Card tersebut kemudian mengisinya.
Dari Kranji, kami langsung menaiki MRT menuju Jurong East, kemudian ganti kereta lagi menju Outram Park kemudian berganti lagi untuk ke Harbour Front. Alhamdulillah, kami masih mendapatkan Last Ferry menuju Batam, pukul 21.40 waktu Singapur. Dan akhirnya saya tiba di Kost tepat jam 11 malam WIB. Subhanallah..
HIKMAH
Rasanya, semua perjalanan yang kita lakukan selama hidup akan sia-sia jika kita tidak mampu mengambil hikmah daripadanya. Esensi dari sebuah perjalanan bukanlah terletak pada cuci mata atau refreshing atau apalah orang menyebutnya. Tapi lebih pada kontenpelasi diri pribadi.
Masih ingat kan dengan tips dari sahabat Nabi Umar Bin Khattab tentang bagaimana kita bisa dikatakan mengenal seseorang? Iyyap, salah satunya adalah kita pernah melakukan perjalanan jauh dengan orang tersebut. Sebenarnya, dengan melakukan perjalanan jauh semua syarat yang dikatakan oleh Umar Bin Khattab sudah terpenuhi.
Kami menginap bersama, jadi otomatis mbak Bro sudah hapal banget gimana diriku kalau lagi tidur. Masalah keuangan, tentu saja kami harus bisa saling berbagi. Kadang-kadang saya tidak punya pecahan kecil tapi mbak Bro punya, ataupun sebaliknya. Terkadang kita dapati teman yang yang tidak mau atau malas menggunakan uangnya terlebih dahulu padahal kita keburu waktu. Ada juga jenis teman yang sangat menikmati dibayarkan tanpa merasa punya beban untuk membayarkan balik. Dan ada juga tipe teman yang asli cueknya minta ampun, duit gue duit gue, duit elu yah duit elu, DLL. Tapi khusus buat mbak Bro, saya paling suka dengan dia kalau masalah keuangan. Kebetulan kami punya style yang sama dalam hal ini. Makanya saya memilih dia sebagai partner.
Tentunya perjalanan kami tidak mulus begitu saja. Ada saja momen yang bisa memancing emosi, tapi alhamdulillah, selama 4 malam 3 hari perjalanan ini, tidak ada bumbu-bumbu ngambekan atau berselisih faham diantara kami. Saya yakin, pasti ada beberapa sikap saya yang mengganjal di hati mbak Bro, tapi saya berharap semoga dia memaafkan semuanya. Isnya Allah, saya pun sebaliknya.
Dan yang paling penting dari semua ini adalah, dengan bertambahnya langkah kaki menjejaki bumi Allah, dan bertambahnya wajah ini bersapa dengan wajah-wajah baru dengan latar belakang agama, suku, bangsa dan bahasa yang berbeda, saya sangat berharap agar pengalaman ini bisa semakin mengikis ke-EGOIS-an yang ada di dalam diri.
Tips terakhir: Jika anda merasa mempunyai penyakit Egois tingkat tinggi, maka banyak-banyaklah melakukan perjalanan jauh. Insya Allah, ini sangat efektif untuk mengikis penyakit tersebut. Believe it, it’s work!!!

Total Pengeluaran: 10SGD + 335MYR = 1.102.300IDR (Exclude Ferry Ticket)

5 Apr 2012

Curhat Dikit!

Selamat pagi..........
Alhamdulillah, kemaren ticket Ferry sudah ada di tangan dan berita baiknya ticket-nya gratis. Eh.. Jangan berfikir bahwa ada BULE yang berbaik hati memberikan ticket gratis yah, kebetulan di tempat gw bekerja, ticket Ferry Batam – Singapore adalah hal wajib bagi seluruh Staff. Maksimal empat lembar ticket setiap bulannya. Bagi yang sudah punya suami/istri dan anak, semuanya juga bakal ditanggung Perusahaan. Karena gw masih single, jadi belum bisa request dua atau tiga ticket sekaligus. Kasihan...Hehehe..
Sedikit ada maslah nih, seharusnya dari awal gw udah beli Ringgit sama Dollar Singapore. Biasalah, permainan pasar. Tau aja mereka klo long weekend gini, bakal banyak yang mau liburan ke kampung tetangga, ya jadinya nilai tukar rupiah jeblok gini. 1MYR = 3040IDR dan 1SDG = 7050IDR. Modal gw cuman Rp. 1.600.000, semoga berlebih. Seharusnya untuk ukuran perjalanan ala Backpackeran, duit segini udah lebih dari cukup. Insya Allah.
Tadi malam, gw udah packing semua barang yang harus dibawa. Jadi, nanti habis dari kantor gw tinggal ambil ransel di kost dan siap untuk berangkat. Kemaren sore, gw juga udah booking Ferry-nya untuk pemberangkatan pukul 17.30. Gw agak khawatir dikit sih, soalnya mbak bro partner gw bisanya meninggalkan kantor jam 5 sore. Ughhh...Mudah-mudahan masih keburu Ferry-nya. Takutnya, kita kita telat dan terpaksa ambil pemberangkatan terakhir. Bisa berabe tuh, soalnya Bus dari Singapore ke Johor cuman sampe jam 9 malam. Waduh, bisa nginap di Singapore nih klo ceritanya gitu. And it’s mean, kami bakal rugi waktu.
Masih ada beberapa hal yang gw lupa, ternyata gw belum beli sabun mandi & shampo. Sepertinya harus belanja di Hypermart dulu sebelum ke Pelabuhan. Gw juga mau beli Tip-X atau Spidol, mudah-mudahan ingat. Soalnya, ada yang nitip namanya mau ditulis di setiap tempat-tempat yang gw kunjungi. Sebenarnya ini ide gila, gw pasti diteriakin pak Satpam di sana klo ketahuan nyoret-nyoret fasilitas umum.
Tambahan ide gila lainnya, gw disuruh nyari informasi tentang jambul Ipin Upin. Wah...mana boleh, Ipin Upin kan lagi sibuk syuting, mana sempat mereka menemui gw. Ah, sudahlah. Nanti, di sana gw tanya aja sama rumput yang bergoyang. Biar angin yang lewat mencuri-curi dengar kemudian dikabarkan pada pohon dan selanjutnya pohon pun akan bercerita pada siapa saja yang lewat di sekitarnya. Kali aja, angin dan pohon itu berbaik hati membisikkan jawaban cerdas ke otakku. Aamiin...
Doakan gw yah temans, semoga backpacking-ku kali ini semakin menyenangkan. See you next time!


4 Apr 2012

Gak Jelas Part.1

Terkadang, mencari inspirasi itu sangat sulit. Maksudnya, sulit membahasakan apa yang ada dalam fikiran lalu kemudian ditumpahkan menjadi tulisan. Kenapa bisa seperti itu yah? Bingung. Padahal saat ini saya punya beberapa ide yang ingin kutuangkan dalam bentuk cerpen, sudah beberapa kali mencoba tapi pada akhirnya ku-delete lagi. Padahal sudah selesai dua halaman, tapi feel-nya gak dapat. Bahasanya kurang menggigit.
Menuliskan ini saja sudah bikin saya mumet, tapi karena saya sangat ingin menulis...eh tidak, tepatnya menambah koleksi tulisan dalam blog ini, jadinya apapun yang terlintas di fikiranku sekarang, ya sudah ditulis aja. Toh, tidak ada yang bakal melarang, apalagi menghakimi saya. Suka-suka saya lah, blog juga blog saya. hehehe
Inspirasiiiiiiiiiiiiiiiii....Ayolah plissssssssssssssssssss!!! I’m begging you, please come to mama. Hey, ngomong apa sih? Wah, makin semrawut aja nih isi otakku, sepertinya butuh dikasi Detergen, atau pemutih biar kinclong. Nah, tuh. Ngawur kan...
Serius deh... di kepalaku ini, ada segudang cerita. Cerita yang mau saya tuliskan di blog ini. Tapi kenapa otak tidak bisa memberikan sinyal positif ke jari biar bisa menari indah di atas keyboard. Ah..kayaknya saya mesti menghentikan tulisan ini saja. Walau habis berlembar-lembar pun, saya jamin tulisan ini tidak akan mempunyai arah dan tujuan yang pasti.
So, hari ini..lengkap sudah penderitaan keinginanku untuk menulis yang baik dan benar dikarenakan kerja-kerja otak yang lemot. Celeron sih... capek deh..


3 Apr 2012

KASIH TAK SAMPAI

Awalnya, saya berfikir bahwa cinta itu harus memiliki. Jika tidak maka cinta itu tidaklah lebih dari nafsu belaka. Tapi saya lupa, bahwa di sana ada kerja-kerja takdir. Dimana takdir ini memberikan ruang ketidaktahuan pada kita untuk kemudian berusaha, merenung, menerka dan.... Ah, inilah yang dinamakan misteri hidup. Unpredictible life...
Akhir-akhir ini saya diperhadapkan pada beberapa cerita cinta anak manusia yang membuat hati saya terenyuh. Betapa hati-hati itu telah terpaut pada sang dambaan hati, namun semuanya akan berakhir sama. Cinta yang tidak mungkin bersatu, cinta yang terenggut oleh takdir orang lain.
Saya hanya bisa berharap, semoga setiap mereka bisa mengambil hikmah dari perjalan hati tersebut. Manusia mempunyai rencana, Allah pun mempunyai rencana dan yang akan mewujud menjadi nyata adalah rencana Allah.
Yah, tidak semua apa yang kita anggap baik adalah baik bagi kita, begitupun sebaliknya. Dalam hidup, akan banyak orang-orang baik yang diberikan Allah untuk kita kenali satu sama lain. Tapi dari semua itu hanya akan ada satu orang yang akan menjadi terbaik dari yang terbaik untuk membersamai kita selamanya.
Harus ikhlas, bahwa tak ada yang lebih indah selain dari rencana Allah untuk hidup kita.

PREPARE FOR MY BACKPACKER!

H-2 for Kuala Lumpur. Meskipun kunjungan kali ini sudah untuk yang ke-3 kalinya, tapi bagi saya semuanya butuh perencanaan yang matang. Segala sesuatunya itu butuh direncanakan, tidak boleh asal-asalan supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Efisiensi dan efektifitas mesti diperhatikan, kalau dulu masih sering kesasar kemana-mana, mungkin sekarang sudah bisa diminimalisir sehingga waktu yang terbuang percuma bisa ditekan. Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan pun bisa diminimalkan juga.
Kali ini lagi-lagi saya akan mengambil rute Batam – Singapur – Johor – Kuala Lumpur. Beberapa tahun sebelumnya, saya sudah pernah melalui rute ini bersama dua orang teman, tapi belum sempat dituliskan ke dalam blog ini, eh..saya malah sudah lupa jalan ceritanya. Makanya saya memilih rute ini biar ingatannya fresh lagi.
Sebagai persiapan awal, tentunya saya rajin bertanya ke embah GOOGLE. Tempat-tempat apa saja yang wajib dikunkungi di sana, kemudian masalah penginapan, mana yang paling cocok di kantong dan juga dekat dari sarana transportasi. Saya sudah mengumpulkan beberapa Peta, insya Allah ini akan sangat membantu. Teringat perjalanan tahun 2010 lalu, ternyata tidak ada satu pun teman saya yang kefikiran membawa Peta. Untungnya saya sudah mempersiapkan semuanya. Dak kebayang mesti berapa kali kesasar kalau saja kami tidak membawa Peta.
Selain dari itu, hal yang paling penting untuk dipersiapkan jauh-jauh awal sebelumnya adalah DUIT. Sebaik apapun sebuah rencana itu, kalau tidak punya duit pasti akan susah juga mengeksekusinya. Yah, kalau kita adalah orang yang punya kecenderungan lebih besar pada kegiatan Travelling, maka jangan lupa selalu menyisihkan budget bulanan buat ditabung. Jadi, pas dapat waktu libur, kita tidak perlu pusing mikirin dari mana dapat biaya. Hehehe...
Kemudian, siapkan fisik dan mental. Fisik harus selalu kuat ketika melakukan perjalanan ala backpacker, karena transportasi yang digunakan kebanyakan bukan lewat langit, tapi jalur darat. Dan juga tentunya banyak pakai kaki, tidak pake roda. Jadi, yah harus kuat. Mental juga mesti disiapkan, karena segala kemungkinan bisa saja terjadi. Tidak semua akan berjalan sesuai dengan rencana kita, jadi dari awal kita sudah mesti memahamkan hal tersebut kepada diri kita sendiri. Jadi, nantinya dak bakal shock ketika ada hal-hal yang terjadi diluar rencana yang sudah dipersiapkan.
Jika melakukan perjalanan dengan teman, maka harus ada konsep yang matang dan telah disepakati bersama. Jadi apapun yang terjadi, nantinya tidak akan ada yang saling menyalahkan apalagi sampai ngambek-ngambekkan. Ini sudah biasa terjadi ketika melakukan perjalanan dengan orang lain, jadi diperlukan kedewasaan dari masing-masing pihak.
Terakhir, minta ijin sama orang tua atau keluarga terdekat. Biar tidak ada beban di hati. Tentunya akan berbeda rasanya kalau kita pergi dengan hati yang galau dengan hati yang tenang. Tapi minta ijinnya sama orang-orang tertentu saja, nanti malah kebanjiran request-an oleh-oleh pula. Padahal ceritanya kan kita mau pergi menghabiskan duit, bukan belanja-belanja. Kecuali kalau dompetnya tebal, yah tidak apa-apa juga.
Terakhir, just enjoy the show and find peace of your journey. Rugi melakukan banyak perjalanan di bumi Allah ini kalau kita tidak bisa mengambil hikmah dari setiap perjalanan itu. Ok! Have a nice trip.

31 Mar 2012

UNEG-UNEG

Tetap kecewa dengan hasil Sidang Paripurna dini hari tadi. Yah, meskipun per tanggal 1 April ini BBM tidak dinaikkan, tapi tetap saja hasilnya sangat mencederai hati. Bagaimana tidak, toh kesepakatannya Pemerintah bisa menaikkan harganya kapan saja, seenak jidat mereka. Ini hanya masalah waktu, ibarat BOM, hanya tinggal menghitung dan “Duarrrr”.
Saya cukup terenyuh dengan keputusan tersebut, terasa ada air yang seperti mendidih di ujung mata. Menyesakkan dada. Harapan yang digantungkan kepada mereka yang katanya “wakil rakyat” ternyata pada kenyataannya sama sekali tidak mewakili aspirasi rakyat, malah lebih kepada kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Ah...benar-benar biadab!!!
Hidup yang sekarang saja sudah begitu susah, bagaimana klo kedepannya semua harga pada naik? Saya tidak tega membayangkannya.
Akhir-akhir ini, saya selalu teringat satu wajah ketika terlintas kata kemiskinan di alam fikiran. Wajah itu selalu kutemui hampir tiap pagi ketika berangkat ke kantor. Seorang perempuan tua, dengan ember kecil di tangan dan tongkat yang selalu diletakkan di sisinya yang sedang duduk di sebuah potongan batang pohon di tepi jalan. Wajahnya amat sendu, tatapannya selalu kosong dengan guratan wajah merenung. Ah, ingin kutatap matanya.. tapi, mata itu selalu tertutup. Entahlah, mungkin saja perempuan tua itu buta.
Kondisi ini memaksaku membuat sebuah perbandingan, atau lebih tepatnya memposisikan diri pada posisi orang-orang yang sedikit kurang beruntung dalam hal keuangan. Jika saya yang masih single, tidak memiliki tanggungan keluarga dengan gaji lima juta ke atas saja kadang merasa tidak cukup, lalu bagaimana dengan mereka yang penghasilannya di bawah itu?
Saya sangat tau, berapa banyak orang yang penghasilannya di bawah tiga juta di Indonesia, khususnya di kota Batam ini. Mereka memiliki keluarga yang perlu dipenuhi kebutuhan sehari-harinya, ada anak-anak yang harus disekolahkan dan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pendidikan di sini itu tidak murah.
Ya Allah, sungguh berat urusan ini bagi saudara-saudaraku yang lain. Jika Pemerintah berdalih bahwa yang menikmati BBM bersubsidi itu adalah kebanyakan orang kaya, betapa pembohongnya Pemerintah itu. Siapakah yang paling banyak menggunakan kendaraan umum? Motor-motor yang antri bagai ular di SPBU, apakah mereka adalah orang kaya? Bukan, yang rela antri itu hanya orang susah.
Sungguh, subtansinya bukanlah pada kenaikan Rp. 1.500/Liter. Tapi bagaimana dengan harga-harga kebutuhan pokok. Bukankah semua itu juga akan melambung tinggi harganya, sementara upah kami para pekerja tidak dinaikkan. Lalu dimana letak keadilan jika kondisinya seperti itu?
Kami yang membayar pajak setiap bulannya, ikhlas tidak ikhlas, kami tetap membayarnya. Sementara di sisi lain pajak tersebut digunakan untuk membiayai gaya hidup glamour Pemerintah. Wah, enak benar. Banyak pejabat yang digaji selangit tapi kerjaannya hanya tidur di ruang rapat. Hati kami sangat sakit, batin kami menjerit. Tapi apa yang dilakukan pemerintah? Tak ada!
Sebenarnya saya tidak suka mengeluh, tapi pemerintah yang memaksa. Karena paksaan ini jugalah sehingga otak saya terpaksa berfikir untuk memberikan sebuah ide gila. “CIPTAKAN STANDARISASI AMBANG BATAS KEKAYAAN SETIAP MANUSIA INDONESIA”. Mungkin dengan begitu, tidak akan ada lagi yang rakus menimbun kekayaan  dari harta rampasan di tangan rakyat untuk diwariskan hingga turunan ke-delapan mereka.
Ide ini memang terkesan melanggar hak asasi manusia. Tapi peduli amat dengan hak asasi segelintir manusia-manusia itu. Buka mata, buka hati dan pasang kuping di telinga. Lihatlah dan dengarlah. Yang dilanggar haknya itu hanya seperti satu titik air yang tercelup masuk ke samudera luas, sementara yang terpenuhi haknya adalah yang menyamudera itu jika saja pemerintah berani mengambil sikap.
Semoga, Pemerintah negeri ini mendapat hidayah dan segera bertobat. Biar kedamaian, keadilan dan kesejahteraan bisa diwujudkan di bumi pertiwi ini, bukan hanya sekedar mimpi. Amin...

TAK KAN PERNAH ADA BY GEISHA

Dia memang hanya dia
Ku s’lalu memikirkannya
Tak pernah ada habisnya
Benar dia, benar hanya dia
Ku s’lalu menginginkannya
Belaian dari tangannya
Mungkin hanya dia
Harta yang paling terindah
Di perjalanan hidupku
Sejak derap denyut nadiku
Mungkin hanya dia
Indahnya sangat berbeda
Ku haus merindukannya

Reff:

Ku ingin kau tahu isi hatiku
Kaulah yang terakhir dalam hidupku
Tak ada yang lain hanya kamu
Tak pernah ada
Takkan pernah ada

Benar dia, benar hanya dia
Ku s’lalu menginginkannya
Belaian dari tangannya
Mungkin hanya dia
Indahnya sangat berbeda
Ku haus merindukannya

Back to Reff

Ku ingin kau selalu di pikiranku
Kau yang selalu larut dalam darahku
Tak ada yang lain
Hanya kamu
Tak pernah ada
Takkan pernah ada

PAGI, MATAHARIKU

Pagi ini, tak ada sesungging senyum untukmu matahariku. Seperti biasa, kau selalu menyapa dengan semburat wajahmu di 5 detik pertamaku hingga aku tak mampu memandang begitu jelas karena kemilaumu.
Kemudian, aku terus menyusuri jalan. Lagi-lagi aku tak menemukanmu di 20 meter perjalananku denganmu yang selalu tegak berada sejengkal di atas jidadku. Masih di perjalanan ini, kupalingkan wajahku ke arah kanan, dan tetap saja tak bisa kulihat wajahmu matahariku.
Aku tau, kau tidak pernah datang terlambat. Sebenarnya kau sudah datang sejak fajar tadi. Hanya saja, kau ingin berbagi waktu dengan milyaran garisan hujan yang memeluk bumi, membiarkan awan hitam menyelimuti langit. Basah. Biarlah seperti itu. Biarkan hujan membasuh jiwa ini, dan pada saatnya nanti, kau akan datang menghangatkannya.
Pagi ini, aku merindukanmu. Matahariku...

29 Mar 2012

MEDIA Vs SULAWESI

Miris juga kalau melihat aksi yang dilakukan Mahasiswa dalam tayangan televisi mengenai penolakan kenaikan BBM. Secara garis besarnya, saya sangat mendukung aksi tersebut. Namun, jika melihat caranya, saya jadi tidak setuju. Tidak sepantasnya niat baik itu ditunjukkan dengan cara yang salah karena pada akhirnya pasti akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik.
Apalagi dengan sejumlah aksi penjarahan dan pengrusakan yang seharusnya tidak terjadi. Apa hubungannya restoran cepat saji dan show room mobil dengan kebijakan pemerintah? Mengapa harus meluapkan emosi pada sesuatu yang tidak tepat? Duduki saja kantor DPRD, selesai kan?
Bagaimanapun, setiap aksi itu harus dilakukan dengan cara santun, terorganisir agar tidak mudah di provokasi. Apalagi jika aktor utamanya adalah Mahasiswa. Seharusnya melakukan aksi-aksi cerdas sehingga tidak mengganggu kepentingan publik. Masyarakat tidak lantas menjadi resah, malah bersimpati dan memberikan dukungan terhadap perjuangan Mahasiswa.
Tapi, ada hal yang cukup menggelitik di hati saya. Sebagai orang yang berasal dari Sulawesi, saya cukup merasa aneh dengan setiap pemberitaan yang dilancarkan oleh media. Disepanjang sejarahnya, media begitu bersemangat mengangkat berita aksi-aksi anarkis jika itu berasal dari Sulawesi. Pemberitaan jadi tidak berimbang. Media telah berhasil mencitrakan masyarakat Sulawesi sebagai orang-orang yang suka pada kekerasan, aksi brutal, tawuran dan sejumlah perilaku tidak mengenakkan lainnya. Ada apa dibalik semua ini???
Jujur saja, saya cukup gelisah dengan perangai kurator media ketika sudah bersinggungan dengan berita seputar Sulawesi. Ah, mungkin hanya perasaan saya saja. Wallaahu’alam..

26 Mar 2012

KAULAH JIWAKU

Bagaimana kau di mataku? Ah..Aku belum pernah sejauh itu memikirkannya, bahkan jika kau menanyakan mengapa aku mencintaimu, mungkin lagi-lagi aku hanya bisa memberikan jawaban gombal padamu. Tapi, malam ini aku mulai memikirkannya.
Aku ingin, kau menjadi pelengkap kata-kata yang hilang dari rangkai bahasaku. Karena sungguh sulit bagiku menemukan padanan kata untuk menguraikan perasaan ini.
Kau tau? Hatiku seperti hendak meledak jika mengingat tentangmu. Kedua mataku kini hanya mampu melihat dirimu meski yang lain menyata di hadapku. Tiba-tiba saja aku rela membiarkan diriku seperti orang bodoh. Padahal, sebelumnya aku tidak akan sudi membiarkan diriku lemah di hadapan orang-orang apalagi sampai terlihat bodoh. Tapi denganmu... Aku sendiri tidak mengerti dengan apa yang kulakukan.
Sebenarnya aku malu, sangat malu. Malu yang bertambah-tambah. Entahlah, aku sama sekali belum memikirkan harus berbuat apa jika kelak takdir langit menghendaki pertemuan diantara kita. Rasanya, aku sudah tidak memiliki muka lagi dan ingin membenamkannya saja.
Satu hal yang aku sadari, memutuskan untuk mencintaimu bukanlah karena emosi sesaat. Ada beberapa pilihan di waktu itu, dan hatiku lebih condong padamu. Anggap saja, aku sedang mengikuti kata hatiku.
Pernah dengar tentang kode ruh? “Jiwa-jiwa itu bagaikan tentara-tentara berbaris rapi, jika saling mempercayai mereka akan bersatu, dan jika saling mengingkari, mereka akan berpisah”. Aku percaya, kaulah pasangan jiwaku itu.
Ketahuilah. Tanpamu, ragaku bagai hidup tanpa jiwa...

22 Mar 2012

WHAT'S ON YOUR MIND???

Berapa kali kita mengunjungi halaman facebook kita dalam sehari? 1 kali, 2 kali, atau mungkin tak terhitung, secara FB-nya OL mulu. Hehehe..
Pasti sudah sangat familiar kan dengan pertanyaan ini, “WHAT’S ON YOUR MIND?”
Karena sudah terlalu biasa mendapati pertanyaan tersebut, sehingga membuat kita seperti acuh tak acuh, pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, mungkin sperti itu yang kita fikirkan. Tapi, tak ada salahnya jika sejenak kita menghentikan aktifitas di facebook, kemudian membuat lidah meneruskan pertanyaan itu pada hati kita, “Apa yang saya fikirkan???”

Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yang mengatakan : "Small Minds discuss people, Average Minds discuss events, Great Minds discuss ideas".

“Pikiran Kecil membicarakan orang. Pikiran Sedang membicarakan peristiwa. Pikiran Besar membicarakan gagasan”.

Maka sebagai akibatnya ...

PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.
PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.

Ketiga jenis pikiran ini ada di dalam setiap otak kita. Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya.
Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa-apa, kecuali perseteruan. Tetapi bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.

PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”,
PIKIRAN SEDANG senang menggunakan kata: “ADA APA”, sedangkan
PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA” dan “BAGAIMANA”.

Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.

Si PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan : “SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”
Si Pikiran Sedang akan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL ?”
Sedangkan Si PIKIRAN BESAR : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”.

Dan pikiran yang terakhir itulah yang konon mengisnpirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASInya yang terkenal. Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil.

Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.
Si PIKIRAN KECIL biasanya senang melahap TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH, GOSIP2...
si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA, POLITIK....
si PIKIRAN BESAR memilih BUKU-BUKU/ ARTIKEL yang membangkitkan INSPIRASI, TULISAN2 TENTANG IDE2 dan MOTIVASI....

Dari ilustrasi di atas, mungkin sekarang kita sudah bisa mengklasifikasikan diri kita masing-masing. Ada dimana kita berada, si pemikir kecil kah? Sedang kah? Atau kita adalah seorang pemikir besar? Dan tentunya, kita juga bisa mengambil indikator-indikator di atas tentang siapa dan bagaimana orang-orang terdekat kita.
Karakter seseorang bisa diketahui dari tulisan-tulisannya, selera seseorang bisa dilihat dari jenis musik yang disukainya, wawasan seseorang bisa dilihat dari jenis tontonannya dan pola pikir seseorang juga bisa dilihat dari jenis buku-buku yang dibacanya.
So, mari kenali diri kita dan orang-orang di sekitar dengan pertanyaan “What’s on your mind???”.

Maraji’: Dari berbagai sumber.


PAGI

Pagi. Selalu ada harapan baru. Kicau burung-burung, menyanyikan zikir indah untuk hidup. Fajar menaik, memberikan warna indah untuk meleburkan gelap malam. Kuhela nafas panjang, menyebut nama-Mu. Terima kasih ya Allah, untuk hidup yang Kau beri padaku.
Pagi. Bersama dingin dan sejuknya udara. Merasai wangi bumi yang basah oleh embun. Cahaya mentari menyeruak cerah. Sesungging senyum untuk langit, aku bahagia dengan ketentuan-Mu yaa Allah.
Pagi. Aku merenung. Tentang rasa syukur dan ikhlas, dan kutemui hatiku bersepakat dengan akalku tentang satu makna di pagi ini. Apapun yang terjadi, ikhlas adalah mengambil sisi positif dari segala sesuatu yang tidak kuinginkan. Kusyukuri pemahaman itu, setidaknya aku lega pagi ini.

17 Mar 2012

KARENA SEBUAH JANJI

 “Aku menunggumu di hari penghisaban sebagai orang yang tidak menepati janjinya”.
Aku terhenyak dengan kata-katamu itu saudariku.
Malam ini, kucoba merenungi kata-kata itu. Berbaring telentang memandangi langit-langit kamar. Gelisah.  Memejamkan mata, tak bisa tidur. Kubuka lagi, kubaca lagi. Sungguh, aku tidak mengerti.
Bukankah telah kukatakan, “beri aku waktu sampai besok untuk memenuhi janjiku”?. Baiklah, aku memang bisa memenuhinya di saat ini juga. Tapi mengapa kau tidak memberiku pilihan di awal, sejak pertama kau mengambil janjiku? Mengapa kau membiarkan aku berjanji untuk sesuatu yang tidak aku ketahui ujung tanduknya?
Aku memang bodoh, aku terlalu mempercayaimu. Padahal, kita sudah sama-sama tau, bahwa janji itu dibuat di atas akad yang jelas.
Aku hanya ingin kau tau, tidak pernah sekalipun terlintas di fikiranku untuk tidak memenuhi janjiku itu. Kau tau itu, aku yakin. Tak mengapa. Hari ini, insya Allah aku akan memenuhi janjiku, meskipun itu sudah tidak penting lagi bagimu, mungkin. Allah akan menjadi saksi kita, kelak, di hari dimana tak ada lagi mulut yang akan bersilat lidah untuk mencari pembenaran.


10 Mar 2012

AKU SAKIT

CERPEN:

Aku kini terhempas dalam ruang hampa, kosong dan gersang melingkupi seluruh hati. Apa yang kuperjuangkan selama ini hilang begitu saja. Seperti buih yang tersapu ombak, seperti debu yang terhempas angin. Aku kalah...
Penantian panjang, mengubur perasaan dalam diam. Kebekuan yang menyapa bibirku, ketidakberdayaan tubuhku menanggung perasaanku kala berada di dekatnya, membuatku menjadi sosok yang begitu kuat dalam kesabaran berdiam diri. Sesekali mencuri pandang dalam ketidaksadarannya akan hadirnya diriku. Aku memang tidak pernah ada baginya. Selamanya seperti itu. Dan seharusnya aku sadar dari awal, dia tidak pernah menganggapku ada.
Aku memang bodoh. Bodoh karena telah membiarkan harapku bertumbuh begitu besar padanya. Laki-laki pengecut sejati yang pernah kutemui di dunia ini. Dia tak layak membuatku menangis, dia tak layak mendapat tempat yang tinggi di hatiku, dia tak layak...tak layak mendapatkan cintaku.
Kini, tatapku kosong menjelajah menembus tembok di kamarku. Meratapi diri dalam ruangan kecil ini. Aku termangu di satu sudut hatiku, menyudut di ruangan 3x4 meter ini. Mendekap kedua kaki. Membenamkan wajahku di ujung-ujung lutut. Kugigit bibir bawahku, menahan tangis, sesak mengisi rongga dada. Aku sakit...
***
Siluet senja memerah di ufuk barat. Di suatu tempat, tenang membelai jiwaku. Deru ombak mendendangkan lagu pada semilir angin. Langit biru memeluk pantai, aku hanyut.
“Sungguh indah yang menciptakan birunya langit... Kau menikmatinya?” Suara itu seketika membuyarkan perjalanan jiwaku yang membelah lautan luas di hadapanku. Aku tau pemiliknya. Rico, lelaki yang sudah lama kukenal. Cukup lama. Lelaki yang bisa memalingkan duniaku, setidaknya aku sadar, dialah lelaki pertama yang membuat degupan jantungku berjalan kencang. Tak bisa kukendalikan. Entah mengapa perasaan itu harus jatuh padanya. Lelaki pongah dengan materi yang didapatkan dari kegeniusan otaknya. Lelaki yang selalu bangga dengan kemampuannya menaklukkan setiap wanita yang diinginkannya. Dan aku pun takluk, tanpa dia inginkan, mungkin...
“mmm...yah. Subhanallah. Aku sangat menikmatinya”. Masih dengan kerasnya usahaku mengendalikan perasaan yang membuat tubuhku seakan bergetar berada duduk di sisinya, kini. “dia menyapaku”. Hatiku berbisik.
“Kau selalu sendiri, Rima. Mengapa tak pernah mencoba membaur bersama kami, menikmati hidup, tertawa lepas, dan...” Dia menghela nafas panjang, “dan mencoba membuka diri untuk seseorang. Pacar mungkin”. Sedikit ragu dia menyelesaikan kalimat akhirnya, membalikkan wajahnya menatapku. Aku pun memalingkan wajahku padanya, saling beradu pandang. Dueeerrrrrr... Darahku berdesir menjalari setiap urat-urat dalam tubuhku.
“hahaha... kau seperti orang yang baru mengenalku saja Ric, aku tidak mungkin pacaran. Kau tau itu”. Kucoba menguasai diriku. Melempar pandangan ke laut lepas, berdiri dan mengambil beberapa langkah ke depan. Merasakan belaian lembut angin yang memainkan ujung-ujung jilbab hijau daunku.
“Sampai kapan? Sampai pangeran berkuda putih datang menjemputmu?” Aku membalikkan tubuhku, memandangi sejenak wajahnya yang menatap serius padaku.
“Sampai orang yang kucintai datang meminangku”. Jawabku tegas.
“Siapa dia?” Dia menghampiriku, hingga kami berdiri begitu dekat. Bersisian.
“Kau tidak perlu tau”. Aku bergegas berlalu darinya, meninggalkannya yang masih beberapa kali memanggil namaku. Meninggalkan pikirannya yang dipenuhi rasa ingin tau. Oh, andai bisa kuungkapkan padamu Ric, kaulah orangnya. Kaulah yang selalu bermain di pikiranku. Kaulah nama yang selalu kusebut dalam doaku, kaulah lelaki yang selalu hadir dalam mimpiku. Kaulah yang selalu kurindukan. Hanya kau, tak ada yang lain.
***
Hidup selalu memberikan berjuta warna. Entah itu bahagia atau kesedihan. Semuanya sudah satu paket. Ada yang datang dalam hidup dan ada yang pergi. Ada yang meninggalkan kesan begitu berarti dan ada juga yang hilang tak membekas.
Aku dan Rico dipertemukan sekitar 4 tahun yang lalu. Waktu itu kami sama-sama melakukan interview kerja di Perusahaan yang sama untuk posisi yang sama pula. Kebetulan posisi tersebut memang sedang membutuhkan 2 orang. Dari beberapa orang yang melamar, akhirnya kami berdua dinyatakan layak untuk mendapatkan posisi tersebut. Sebagai orang baru, akhirnya kami selalu melakukan beberapa hal berdua. Ke kantin berdua, ke musholla berdua, ke area project berdua bahkan dia sering menawariku ikut bersamanya ketika berangkat dan pulang kerja. Dia salah satu manusia yang ditakdirkan lahir dengan orang tua kaya. Jadi tidak heran jika dia sudah membawa mobil pribadi meskipun statusnya masih fresh graduate.
Kadang dia mengajakku nonton film, tapi untuk hal yang satu ini aku selalu menolak. Bagiku, bersama dengannya di kantor di sepanjang hari sudah cukup, tak perlu di lanjutkan di kehidupan di luar kantor. Banyak cerita yang mengalir, banyak diskusi yang tercipta sehingga kami sudah cukup saling memahami prinsip hidup masing-masing.
Waktu berlalu begitu cepatnya. Otaknya yang encer dan pembawaan yang supel membuat karirnya melesat jauh meninggalkanku. Aku yang pendiam, cukup tertutup dan dengan otak pas-pasan merangkak, berjalan bak kura-kura membangun diri dalam karir.
Kami mulai jauh, Rico menjadi primadona perempuan-perempuan di kantor, tidak hanya di kantor, di luar pun dia mempunyai banyak kenalan perempuan. Sesekali dia masih mengajakku berangkat bareng ketika ada acara kantor, namun lebih banyak yang kutolak daripada yang kupenuhi.
Aku memang semakin tertinggal dari Rico, namun tidak dengan hatiku. Kemanapun Rico pergi, hatiku seakan selalu ikut bersamanya. Aku selalu bermain dalam bayang masa-masa pertama kali mengenal Rico. Perhatiannya, kebaikannya, ketulusannya, dan mata sayupnya. Aku tak bisa melupakannya.
***
Waktu berjalan lambat, untuk sekedar tidak mengatakan berhenti. Sejak pembicaraan di pantai itu, aku lebih banyak menarik diri dari kehidupan Rico. Namun entah mengapa sikap Rico berubah padaku. Kurasakan dia berusaha membangun komunikasi denganku, mengurai benang-benang kenangan lalu, menyambung yang terputus.
Hatiku diterangi secercah harapan. Seperti bintang gemintang yang berpijar terang di langit hitam. Mungkin inilah waktu yang tepat untukku. Menguatkan hati, menata perasaanku padanya. Aku mulai lelah dengan perasaan ini. Ingin segera kuakhiri. Apapun hasilnya, seharusnya aku ikhlas. Tak pantas aku membiarkan diriku berdiri di atas harapan tak pasti. Seperti berjalan di jalan tak berujung. Untuk apa???
Aku teringat dengan kata-kata Rico yang selalu diucapkannya dulu, “jika ingin mendapatkan sesuatu, maka lakukanlah sesuatu. Jika ingin mengetahui perasaan orang lain, maka bertanyalah. Bagaimana mungkin kau tau perasaan orang lain jika kau tidak pernah menanyakannya”. Yah, sudah saatnya aku belajar meraih cinta, bukan menantinya lagi...
Menunggu menjadi sesuatu yang benar-benar membosankan untuk dilalui dalam ketidakpastian. Akhirnya kuputuskan untuk mencari jawaban pasti untuk setiap kegelisahan yang menggerogoti jiwaku selama ini. Kutuliskan email untuk Rico, kata-kata telah pecah berkeping-keping dalam tulisan. Menguraikan kata demi kata tentang rasaku padanya. Sungguh, aku tak kuat lagi menahan perasaanku.
Malang bagiku. Rico memang tak lebih dari laki-laki pengecut. Dia memang tidak pantas kuperjuangkan. Untuk apa memperjuangkan laki-laki yang tidak memiliki keberanian mendapatkan cintanya. Bukankah dia yang dulu selalu mengatakan untuk melakukan sesuatu jika menginginkan sesuatu??? Bukankah dia dulu yang bilang untuk bertanya??? Ah..Rico. Betapa pengecutnya dirimu...
“Maafin aku Rima. Aku benar-benar tidak pernah tau perasaanmu padaku. Kufikir aku tidak pernah layak memiliki perempuan sebaik dirimu. Sekali lagi aku minta maaf. Beberapa waktu lalu, tak sengaja kubaca email di komputermu yang kau tinggal. Kulihat sebuah email dari Adrian. Dia melamarmu. Siapalah aku dibandingkan Adrian, Ri? Kalian begitu cocok, kalian akan menjadi pasangan sempurna. Hatiku hancur Ri, karena akupun telah lama menyimpan rasa untukmu. Tapi sekaran,g semuanya sudah terlambat. Hari ini aku akan melangsungkan akad nikah bersama perempuan pilihan orang tuaku. Maafin aku, Rima”.
***

THE END

5 Mar 2012

HILANG

Terkadang, ingin menghilang saja dari riuhnya dunia..

Berhenti sejenak dari perjalanan hati..

Membiarkan semua berlalu mendahuluiku..

Lamat-lamat menatapnya menghilang dari pandangan mata..

Setelah itu,

Kumulai lagi dengan satu langkah kecil,

Pelan, perlahan-lahan..

Dan berlari kencang kemudian..

Sekedar hanya ingin tahu rasanya dinanti...

1 Mar 2012

LALU APA SELANJUTNYA?

Ketika kita yakin telah menemukan cinta sejati kita, lalu apa selanjutnya? Memastikan bahwa apakah cinta kita berbalas atau malah bertepuk sebelah tangan, mungkin seperti itu. Jika cinta kita ini ternyata berbalas, kita masih punya tugas membaca pesan tersembunyi dalam lembaran cintanya ini. Seriuskah dia, main-mainkah dia, apakah karena nafsu, bagaimana kadar dia menghormati kita, bagaimana dia memperlakukan kita dan apa motifnya..


Dengan kata lain, ketika cinta ini sudah berbalas, sangat penting bagi kita untuk segera meregistrasinya pada pendaftaran ridha Allah dan juga ridha Orang tua. Sehingga, kita berada dalam posisi yang terjaga dari hal-hal yang tidak disukai Allah.

Disinilah titik kritisnya, kita tidak pernah tau persis siapa yang akan menjadi jodoh kita kelak, mungkin karena itulah Rasulullah jauh-jauh hari sudah memperingatkan kita, janganlah berlebihan dalam hal mencintai seseorang, begitupun dalam membenci. Dengan demikian kita akan memiliki cukup banyak ruang untuk menyesuaikan rencana diri kita dengan takdir yang telah ditetapkan-Nya.

Berat memang jika hati sudah memiliki pilihan, sementara waktu untuk melegitimasi perasaan itu masih berjarak. Saya hanya berfikir, mungkin agar cinta tersebut tetap dapat terlaksana dengan baik, seharusnya ada konsep yang matang dari hubungan itu. Sehingga waktu-waktu yang akan dilewati kedepannya tidak terbuang percuma dalam larutnya perasaan, tapi ada progress yang mengindikasikan semakin dekatnya hubungan itu pada tahap awal kehidupan, yaitu pernikahan. Di luar itu, kita masih dapat berperan sebagai seseorang yang saling mencintai, tapi dengan cara yang baik tentunya dan pastinya tidak menimbulkan murka Allah...

Salah satu hal yang krusial dalam sebuah hubungan adalah keluarga masing-masing pihak. Karena sebuah pernikahan tidak hanya mengikat dua insan yang saling mencintai, akan tetapi ada dua buah keluarga besar yang juga akan saling mengikat satu sama lain. Tidak ada lagi kata aku kamu, keluargaku keluargamu, orang tuaku orang tuamu, sadaraku saudaramu, karena semua itu akan terangkum dalam satu kata, yaitu kita.

Mengenal keluarga satu sama lain itu penting. Karena terkadang hal inilah yang menjadi penghalang untuk terwujudnya niat-niat pasangan yang saling mencintai menuju pernikahan. Oleh karena itu, jika kita sudah menemukan orang yang kita anggap sesuai untuk menjadi pendamping hidup, sebaiknya dikenalkan ke keluarga masing-masing. Jika ada yang tidak disukai, maka waktu masih memungkinkan untuk mencari solusinya. Jangan sampai, cinta sudah tumbuh begitu besar diantara keduanya sementara ada jurang menganga yang menghalangi.

Cinta sejati tak akan pernah tertukar apalagi terbeli, sekalipun oleh asset yang melimpah. Cinta tidak pernah salah, meskipun datang pada saat yang tidak tepat. Mungkin harus mengalami kenyataan pahit bahwa cinta tersebut sulit untuk dipersatukan. Namun, haruskah menerima nasib sebagai takdir yang tidak mampu untuk diubah? Atau berjuang mengubah takdir itu dan mendapati bahwa persimpangan jalan di depan terlalu berliku seperti labirin yang belum terlihat ujungnya?

Hanya ada dua pilihan, menerima takdir atau mengubah takdir!!!




MENGEJA WAKTU

Waktu tak akan membuatmu berhenti bermain di fikiranku...

Waktu tak akan menghapus jejakmu di hatiku...

Waktu tak akan mengikis habis perasaanku padamu...

Kau tau kenapa?

Karena waktu selalu berjalan maju ke depan,

Karena waktu tak pernah berjalan mundur ke belakang..

Ibarat menghitung, kita tidak sedang memulai dari 0 - 10,

Tapi ianya adalah, 10 - 9 - 8 - 7 - 6 - 5 - 4 - 3 - 2 - 1 - 0.

Sedikit kesabaran saja sudah cukup untuk membuatku kuat di sini.

Jadi...

Ketika aku mengatakan "Aku mencintaimu, menyayangimu dan merindukanmu"...

Tugasmu hanyalah percaya padaku.

Dengan begitu kau akan mengerti,

Betapa berharganya dirimu dalam hidupku.

Aku tidak suka meminta...

Juga tidak suka mengulang kata-kataku..

Tapi, jika aku harus mengulang setiap kata-kataku itu,

Agar kau percaya padaku..

Maka akan kusebut namamu di kala lelap tidurku dan di saat terjagaku..

Hingga perhitungan kita selesai..

Kalau masih kurang, maka bunuhlah aku dengan cintamu...



*Hahaha...Gombal gembel ala Kiki


29 Feb 2012

DIA

Dia,sebuah nama yang belum tereja


Dia, sebuah rupa yang belum tersketsa

Dia, sebuah sosok yang entah dimana

Dia, calon nahkoda sebuah biduk rumah tangga

Dia, kuyakin ada karna hati yang merasa



Rabbana...

Jaga ia dimanapun berada

Mudahkan langkahnya

Tunjukkan jalannya

Luruskan niatnya

Bulatkan tekadnya

Mantapkan hatinya

Berkahilah rizkinya

Hingga akhirnya

KAU pertemukan aku dengannya

Dalam suatu ikatan suci nan mulia

Mitsaqan ghalizha


(COPAS)

28 Feb 2012

AKU DAN JIWAKU

Merindukan nyayian ombak yang mendebur di pantai.
Kemudian menanti terbenamnya matahari.
Sendiri, ingin kunikmati petualangan itu.
Melangkah tanpa beban.
Meski tak memiliki satu apapun.
Ada kalanya ingin kucukupkan rasaku,
melapang dan menyamudera luasnya.
Walaupun yang kumiliki hanya udara,
dan kaki yang masih mampu menapaki bumi di kala itu.
Jiwaku tetap bahagia.

24 Feb 2012

CARI JODOH

Tentang pencarian jodoh. Maka silahkan saja kita mengagumi, menyukai dan mecintai siapa saja. Yang kita anggap baik secara agama, secara akhlak, dll. Tapi kita juga harus cantik bermain peran, dalam interaksi kita dengan si dia. Ada yang dinamakan mengumbar, ada juga yang disebut terlalu menutup diri. Kita tidak berdiri di keduanya. Jangan sampai melanggar aturan syar’i pergaulan laki-laki dengan perempuan, tapi tidak ekslusif juga. Santai saja Guys..
Bisa juga kita koleksi dulu mereka yg kita incar, tanpa harus mereka tau. Dan biarkan perjalanan terjadi se-alami mungkin. Kalaupun si dia sudah terlanjur tau tentang perasaan kita dan pada kenyataannya kita belum mampu melangkah ke jenjang pernikahan, maka kembali kita harus memainkan peran cantik. Yakinkanlah padanya dan diri kita sendiri, bahwa takdir tidak akan pernah tertukar. Jika memang jodoh, pasti akan bertemu jua meskipun semua orang bersepakat menentangnya. Begitupun sebaliknya, jika memang bukan jodoh, Allah pasti punya cara untuk menghapuskan rasa kekaguman itu walau sekeras apapun usaha kita untuk mempertahankannya.
Bersikap tegaslah dan tentukan target. Karena dengan target tersebut, kita akan fokus dengan niat awal kita untuk menjadikan si dia belahan jiwa kita. Sikap fokus itulah yang akan membantu kita dalam mengeksekusi strategi ikhtiar kita untuk akselerasi menuju ikatan pernikahan. Tapi, tetap kembalikan hasil akhirnya pada Allah, karena hanya pada Allah-lah satu-satunya tempat untuk kita menggantungkan semua asa.
Karena jatuh cinta, hanyalah satu bagian dari warna kehidupan, jadi jangan sampai dia mengganggu ritme keseharian kita. Nah, saat itulah kita memperkuat pinta kepada Allah. Dan adab meminta pada Allah, adalah tidak memaksa, tidak minta dipercepat, dan terbuka atas pilihan sejenis dari Allah, yang bukan spesifik yang kita minta. Cobalah mengintropeksi cara kita meminta pada Allah, jangan sampai masih ada kesan memaksakan kehendak di sana. Manusia saja tidak suka dipaksa, apalagi Allah...
Sehingga, apapun hasil akhir kisah muqaddimah cinta kita saat ijab qabul nanti, maka semua pihak akan ridho dengannya. Putuskanlah, dan resapi dalam-dalam, bahwa saat itu kita akan mencintai sepenuh hati istri/suami kita. Karena dengan bekal keputusan tadi, dengan janji bahwa kita akan mencintainya, kita akan terhindar dari godaan keong racun, dan tokek belang. Sekedar menegaskan, bahwa paling indah, jika setiap langkah hidup kita, kita selalu membingkai prasangka, dengan khusnudzon pada Allah swt..

23 Feb 2012

CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

“kita semua”
“memiliki seseorang yang tersembunyi di dasar hati”
“Ketika kita berpikir tentang dia, kita akan merasa seperti… umm ….”
“Selalu merasa sedikit sakit di dalam”
“Tapi kita masih ingin mempertahankan dia”
“Meskipun aku tidak tahu di mana dia sekarang ..”
“Apa yang dia lakukan”
“Tapi dia adalah orang yang membuatku mengetahui hal ini..”
…..
…..
“Hal-hal gila, yang disebut CINTA” (Crazy Little Thing Called Love)

Sebenarnya, saya tidak begitu menyukai film-film romantis, apalagi tentang kisah cinta ABG. Namun, setelah nonton film ini, saya mulai berfikir bahwa film ini mempunyai karakter unik dari film-film pada umumnya, meskipun semua kejadian yang ada di dalamnya begitu mudah ditebak. Tapi, pada kenyatannya itulah yang sebenarnya yang terjadi dalam kehidupan kita. Cinta itu sederhana.

Pesan moralnya adalah; Cinta dapat merubah segalanya, dan bisa menjadi inspirasi pemacu semangat dalam segala tindakan namun bisa menjadi sebuah malapetaka ketika tidak ditempatkan pada bagian yang sebenarnya. Perlakukanlah cinta sebagaimana mestinya.

22 Feb 2012

IMAM KELUARGA ITU LAKI-LAKI

Sepanjang perjalanan ke kantor, beberapa spanduk yang bertuliskan “Imam Keluarga Itu Laki-laki” ikut meramaikan jalan-jalan di Kota Batam. Sebuah tema tabligh akbar demi menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW (klo gak salah). Design-nya yang nge-jreng mirip spanduk Iklan minuman Extra Joss sehingga membuatnya cukup unik di mata.
Saya memang cukup tertarik dengan design-nya, mungkin karena bawaan sebagai seorang Engineer jadi pastinya akan berfikir bahwa designernya cukup kreatif. Meskipun mirip iklan Extra Joss, tapi tetap saja unik, apalagi pemilihan kata-katanya yang dijadikan sebagai tema. Sederhana, sudah umum, tapi penuh makna yang luas jika kita mau berfikir.
Sering kita dapati dalam kehidupan sehari-hari, entah itu saudara atau teman laki-laki kita yang selalu mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan gadis baik-baik atau sholehah menjadi pendamping hidupnya kelak. Hal tersebut manusiawi, bukan hanya laki-laki yang menginginkan demikian, perempuan pun juga sama. Tidak peduli dia seorang bajingan, setengah bajingan, atau orang baik-baik, semua menginginkan yang terbaik dalam hidupnya. Fitrah!!!
Ada hal yang kemudian membuat saya berfikir, memang benar bahwa Imam itu adalah laki-laki, tidak ada yang bisa mengganggu gugatnya lagi. Artinya, selamanya perempuan tidak akan pernah menjadi Imam atas laki-laki, perempuan adalah Makmum. Mutlak.
Seseorang dipilih dan diangkat menjadi Imam apabila dia mempunyai kapasitas dan kualitas, tidak mungkin asal dipilih begitu saja. Kapasitas yang dimaksud adalah wawasan keilmuannya yang mumpuni, dan memiliki kualitas akhlak yang baik.
Lalu, muncul suatu trend di masyarakat kita dimana laki-laki tidak lebih besar usahanya untuk memperbaiki dirinya sendiri dibandingkan dengan keinginannya. Sehingga, hal ini bisa saja memungkinkan kebanyakan perempuan lebih baik dan lebih tinggi pemahaman keagamaannya daripada laki-laki. Dan parahnya lagi, kebanyakan laki-laki membangun sebuah opini pembenaran, “biarlah istriku nanti yang mengajariku”. What???
Sementara di satu sisi, seburuk-buruknya sampai sebaik-baiknya seorang perempuan, dia tetap berharap mendapatkan Imam yang baik, yang bisa membuatnya semakin cinta pada Tuhannya, membuat dirinya semakin menghamba, dan selalu dibenarkan oleh suaminya ketika dia melakukan kesalahan. Lalu bagaimana mungkin seorang perempuan bisa mendapatkan hal demikian jika Imam-nya tidak mampu melakukan hal tersebut???
Oleh karena laki-laki adalah Imam dalam keluarga, maka seharusnya laki-lakilah yang paling keras usahanya dalam membaikkan diri. Karena kedepannya dia akan menjadi pemimpin satu entitas keluarga. Di pundaknyalah akan bergantung kehidupan istri dan anaknya. Tanggung jawab seorang laki-laki itu sangat besar, karena dia tidak hanya bertanggung jawab di dunia saja, akan tetapi pertanggungjawaban itu akan dibawanya sampai ke akhirat atas beberapa jiwa-jiwa yang dititipkan Allah padanya itu.
Pemahaman inilah yang seharusnya disadari oleh setiap laki-laki muslim, bahwa dia adalah seorang Imam. Imam itu adalah pemimpin, dan untuk menjadi pemimpin dia harus memiliki kriteria yang menjadikannya layak untuk menjadi seorang pemimpin. Karena itu. Lakukanlah pembaikan diri dari sekarang secara terus menerus, karena belahan jiwamu menginginkannya demikian, jika kamu mengetahui.

PS: Analisa pribadi ji ini cs... ^_-

18 Feb 2012

JENUH!!!

Rasa jenuh bisa melanda siapa saja, datangnya juga bisa kapan saja tanpa mengenal waktu, tempat dan keadaan.  Kejenuhan tidak mesti hadir di saat kita menjalani kehidupan yang serba sulit, kejenuhan juga bisa hadir di saat kita berada dalam posisi enak atau nyaman. Pada dasarnya, kejenuhan ada karena kehidupan berjalan pada jalur monoton saja, lurus tak berkelok, datar tak bergelombang, tak ada tantangan.
Saat ini, saya merasa sedang berada di titik jenuh, jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang itu-itu saja. Pagi-pagi ke kantor, sarapan, bikin “Project Schedule”, online, pulang, tidur. Begitu tiap harinya. Lingkungan kantor juga termasuk sesuatu yang menjemukan menurutku. Kumpulan orang-orang borjuis Batam ada di sini. Hmmm...benar-benar jauh dari lingkungan kehidupan yang kuinginkan.
Sebenarnya, keinginan untuk meninggalkan perusahaan ini sudah diubun-ubun. Tapi, ada beberapa hal yang mewajibkanku untuk bertahan. Selain untuk nama Almamater, saya juga pengen komit dengan niat awalku masuk ke perusahaan ini, bahwa minimal setahun saya harus berada di sini. Sekarang sudah berjalan di bulan ke 8. Tawaran di luar sana begitu menggoda, tapi kembali diriku hanya bisa memandangi setiap kesempatan yang ada berlalu begitu saja. Hanya bisa tersenyum, kemudian membuat harap dalam hati, semoga kesempatan lain menjadi milikku..
4 bulan lagi waktu normal dalam penantian mengikis kejenuhan ini, setelah itu saya akan mencari kesempatan lain untuk mencicipi suasana baru, lingkungan baru dan mungkin di pulau baru juga. Saya sudah lelah dengan kehidupan yang monoton ini, rasanya sudah tidak sabar tuk mendapatkan tantangan baru yang lebih menantang. Suasana nyaman ini bisa-bisa mematikan kreatifitas dan semangat berjuangku. Itu tidak boleh dibiarkan.
Tapi, meskipun saya diselimuti oleh rasa jenuh, tetap selautan syukurku selalu mengangkasa pada Sang Maha Pemberi Nikmat, apa yang kudapatkan di sini sungguh luar biasa. Tidak semua orang yang menginginkan di sini bisa meraihnya, namun Allah memberiku kesempatan untuk itu. Jadi, tak ada alasan untuk tidak bersyukur. Terima kasih yaa Allah...

How Did I Fall In Love With You...

Remember when
Never needed each other
The best of friends
Like sister and brother
We understood
We'd never be alone

Those days are gone
Now I want you so much
The night is long
And I need your touch
Don't know what to say
Never meant to feel this way
Don't want to be
Alone tonight

What can I do to make you mine?
Falling so hard, so fast, this time
What did I say?
What did you do?
How did I fall in love with you?

I hear your voice
And I start to tremble
Brings back the child that
I resemble

I cannot pretend
That we can still be friends
Don't want to be
Alone tonight

I want to say this right
And it has to be tonight
Just need you to know

I don't want to live this life
I don't want to say goodbye
With you I want to spend
The rest of my life

What can I do to make you mine?
Falling so hard, so fast, this time
Everything's changed
We never knew
How did I fall in love with you


Very nice liryc from Backstreet Boys.

15 Feb 2012

Alur Perayaan Cinta

Picture Bride, film berdasar sejarah migrasi orang-orang Jepang ke Pasifik itu memang memikat. Asli! Tak heran, dalam Sundance Film Festival 1995, film ini meraih penghargaan pilihan pemirsa. Kayo Hatta, sang sutradara, yang menggarap film ini sepanjang tahun 1994 berhasil menghadirkan suatu kisah dramatis tentang wanita-wanita Jepang yang berani memutuskan menikahi para perantau yang telah lebih dahulu berada di Hawaii, dengan spekulasi sangat tinggi.
Hanya satu informasi yang mereka tahu tentang calon suaminya: selembar foto! Dan konflik digarap seru, ketika ternyata foto itu adalah selembar foto yang diambil 20 tahun yang lalu. Apakah mereka masih bicara cinta? Jangan kau kira cinta datang dari keakraban dan pendekatan yang tekun Cinta adalah putera dari kecocokan jiwa Dan jikalau itu tiada Cinta takkan pernah tercipta, dalam hitungan tahun, bahkan millenia (Kahlil Gibran)
Saya punya satu kisah lagi yang tak kalah menarik dengan Picture Bride. David Weinlick nama pria itu. Tanggal 13 Juni 1998 jam 11 siang, Dave berdiri di Mall of America di Minneapolis untuk menikah. Tetapi ia belum tahu dengan siapa. Sebuah panitia yang dipimpin psikolog tenar Steve Fletcher sedang memilihkan calon mempelai wanita untuknya melalui serangkaian wawancara dengan 26 orang calon yang telah mendaftar sejak Dave “diiklankan” di televisi. Waow! Acara di mall ini melebihi apa yang diperkirakan Fletcher, ditonton ribuan orang dan ditayangkan live oleh stasiun televisi dari 6 negara.
Richard Calrlson, Ph.D., kolega Fletcher yang kita kenal di Indonesia melalui rangkaian buku psiko-pop karyanya “Don’t Sweat Little Stuff”  mengisahkan ketakjubannya bahwa Fletcher dan timnya memulai acara di jam 7 pagi, mulai memilih jam 13.30 siang, dan Elizabeth Runze sang mempelai wanita terpilih dan dinikahkan dengan Dave tepat pukul 16.00 sore. Satu menit menuju pernikahan. Sekali lagi “Waow!”, kata Carlson. Siapa yang was-was selalu? Tentu saja Steve Fletcher, sang comblang yang jauh-jauh hari telah dikatai bercanda, gila, dan mabuk saat menyelenggarakan acara ini.
Selama beberapa tahun ia terus menjalin komunikasi.dengan Dave dan Elizabeth. Ia selalu bertanya, “Bagaimana?” Dan hingga kini ia tersenyum karena mereka masih saling mabuk kepayang pada pasangan hidupnya dalam sebuah rumahtangga harmonis yang sering terasa utopis bagi orang Amerika.
Bagi mereka yang mengupayakan cinta hanya ada iklim hangat dan iklim sejuk meski ada goda aurora dan pelangi khatulistiwa Bagi mereka yang mengupayakan cinta setiap musim membagi cinderamata kristal salju, kuntum bunga, pasir pantai, serasah hangat juga payung dan layang-layang Bagi mereka yang mengupayakan cinta di tiap cuaca cerah berbagi harapan, awan bersulam rahmat, hujan menyanyi rizqi, badai mengeratkan peluk dan tiba-tiba, surga mengetuk pintu rumah Apa rahasia kesuksesan pernikahan yang kisahnya seperti judul buku saya -Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan- itu? “Mengapa kau yakin ini akan berhasil?”, tanya teman-teman. Kata Elizabeth, “Karena aku yakin ini akan berhasil. Sesederhana itu.
Aku fokus pada apa yang dibutuhkan untuk membangun kehidupan bersama yang panjang dan penuh kebahagiaan”. Bagaimanapun, saya kagum pada kisah ini. Saya lalu teringat pada beberapa undangan walimah di atas meja yang mencantumkan ayat Allah, Surat Ar Ruum ayat 21. “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian dari anfus (jiwa-jiwa) kalian sendiri, azwaaj (pasangan hidup), supaya kalian ber-sakinah kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”.
Saya pikir, inilah yang kita punya. Inilah manhaj yang seharusnya kita jadikan plot (alur) dalam merayakan cinta. Sedihnya, kebanyakan mereka yang mencantumkannya dengan tinta emas di atas undangan mewah tak menghayati maknanya. Ringkasnya, ada beberapa kata kunci yang saya tangkap dari ayat ini.
1. Min anfusikum. Dari jiwa-jiwa kalian. Artinya, hal pertama yang dibicarakan Al Quran tentang pernikahan dua manusia adalah kesejiwaan. Ruh itu, kata Nabi seperti tentara. Jika kode sama, sandinya nyambung, meskipun belum saling melihat mereka pasti bersepakat. Jika tidak, ya tembak dulu, urusan belakangan. Kodenya saja sudah nggak nyambung sih. Nah, apa sih kode dan sandi untuk ruh? Komitmen kepada Allah dan agamanya. Itu saja. Itulah kesejiwaan. Dave dan Elizabeth menunjukkan pada kita bahwa sekedar komitmen untuk membina rumahtangga bahagia saja bisa sedemikian kuat. Apalagi komitmen yang lebih besar seperti kesamaan visi untuk memperjuangkan agama Allah?

2. Azwaajan. Pasangan hidup. Tak berlama-lama, sesudah kesesuaian jiwa, Al Quran segera mengatakan bahwa mereka menjadi suami isteri. Saya tergelitik dengan pesan Dave yang mengisyaratkan kuatnya komitmen mengalahkan kekanak-kanakan jiwa. “Orang selalu berpikir”, kata Dave, “Bahwa kita harus mencari pasangan yang tepat, maka hubungan akan berhasil. Aku ingin katakan, berhentilah mencari orang yang tepat, dan jadikan orang di samping anda yang memang hebat itu menjadi orang yang tepat!”.  Dave mengajari kita menjadi manusia yang lebih tinggi, manusia yang “menjadikan”, bukan sekedar “mencari”. Dan Dave benar. Ada dua hal di dunia ini. Menikahi orang yang dicintai atau mencintai orang yang dinikahi. Yang pertama hanyalah kemungkinan. Sedangkan yang kedua adalah kewajiban.

3. Litaskunuu ilaihaa. Supaya kalian tenteram, tenang, padanya. Unik sekali. Kata hubung yang dipakai adalah huruf lam (li) yang menunjukkan otomatis. Kata Allah, kalau pernikahan dimulai dari kesejiwaan, maka otomatis seorang suami akan merasakan ketenteraman pada isterinya, dan seorang isteri akan merasakan ketenangan pada suaminya. Lhoh, kok banyak rumahtangga tidak sakinah? Mungkin karena tidak dimulai dari kesejiwaan sehingga untuk sekedar tenteram saja ikhtiyarnya harus luar biasa keras. Apa sih sakinah itu? Sederhananya, sakinah inilah yang menyebabkan pernikahan disebut separuh agama seseorang. Dengannya seorang insan bisa mengoptimalkan potensinya untuk menjadi ‘Abdullah (hamba Allah), dan khalifah (pengelola nikmat-nikmatNya untuk kemashlahatan alam semesta). Tenteram karena gejolak syahwat telah menemukan saluran yang halal dan thayyib, tenang karena ada sahabat lekat yang siap mendukung perjuangan.

4. Wa ja’ala bainakum mawaddatan. Kemudian ada yang harus diproses, diupayakan, yakni mawaddah. Apa itu mawaddah? Wah, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memang kekurangan kosakata untuk cinta. Hanya cinta dan love. Padahal bahasa Arab punya empat belas. Nah, saya membandingkan pemaknaan Ibnul Qayyim Al Jauziyah terhadap mawaddah dalam buku Raudhatul Muhibbin dengan salah satu jenis cinta yang disebut Erich Fromm dalam The Art of Loving sebagai cinta yang erotis-romantis. Nah, ternyata bisa disejajarkan. Jadi mawaddah adalah cinta yang erotis-romantis. Bentuknya bisa ekspresi yang paling bathin sampai paling zhahir, dari yang sifatnya emosional hingga seksual. Inilah mawaddah.

5. Wa (ja’ala bainakum) rahmatan. Yang harus diusahakan bukan cuma mawaddah tapi juga rahmah. Ini juga cinta lho, bukan sekedar kasih sayang. Cinta yang bagaimana? Cinta yang seperti lagu, kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. He he, jadi ingat waktu TK. Inilah cinta yang memberi -bukan meminta-, berkorban -bukan menuntut-, berinisiatif -bukan menunggu-, dan bersedia, -bukan berharap-harap. Erich Fromm menyebutnya cinta keibuan.
Nah, sekilas inilah alur perayaan cinta yang dituntunkan Al Quran. Jika kita mendesain perayaan cinta dengan plot ini, tanpa bermaksud lancang pada Allah saya berani menjamin bahwa dalam pernikahan kita bisa menemukan Bahagianya Merayakan Cinta, buku saya yang keempat itu. Nah, kok banyak pernikahan yang error? Biasanya karena plotnya kacau.
Pernikahan tidak dimulai dengan kesejiwaan tapi justru dengan mawaddah. Sebelum menikah mereka sudah menikmati cinta yang erotis-romantis. Entah apa namanya. Pacaran. TTM. HTS. Semuanya adalah mawaddah. Tanpa sakinah, apalagi rahmah. Perhatian, kado, bunga, coklat, kedekatan, khalwat, bersentuhan, pandangan. Itu semua mawaddah. Bahkan sms berisi nasehat “Bertaqwalah pada Allah”, missedcall tahajjud, hadiah buku&kaset nasyid berjudul Jagalah Hati, dan seterusnya, itu juga mawaddah. Bentuknya saja yang berbeda.
Yang satu bunga dan coklat valentine. Yang lain buku dan kaset dakwah. Tetapi sensasi yang dirasakan oleh pemberi dan penerima sebenarnya sama: mawaddah. Demi Allah, silakan pasang ECG (Electro Cardiograph) di jantungnya dan EEG (Electro Encephalograph) di otaknya. Sinyal yang dihasilkan persis. Artinya sensasi yang dirasakan sama.. Nah, hati-hati dengan mawaddah. Biasanya meski engkau wahai aktivis dakwah, memulai dengan kesejiwaan, coba-coba mencicipi mawaddah sebelum dihalalkan akan mengaburkan kesejiwaan itu dan membuat segalanya berantakan. Celakalah mereka yang menikmati mawaddah sebelum waktunya! Katakan, “Aamiin..!”
(Salim A Fillah)


Sebuah narasi yang indah, sangat mencerahkan hati dan mampu membuat diri ini tuk sejenak berpikir, lalu bertanya, benarkah rasa ini karena Allah??? Atau jangan-jangan ini hanyalah angan-angan yang berusaha dibenarkan oleh akalku saja. Aku bermohon kepada Allah, semoga aku tetap berada pada jalur hati yang diridhoi-Nya dan diteguhkan niat karena-Nya. Aamiin...

14 Feb 2012

DIRIMU

Bukan besar kecilnya penghasilan,
yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu.
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
Bagiku, itu sudah cukup...

KUTRAKTIR KAMU DENGAN DUITMU...

Dari judulnya, mungkin alur ceritanya sudah bisa ketebak. Tapi dak masalah juga klo saya menceritakannya secara detail. Dijamin dak bakal rugi deh, sekalian saya kasi bonus inspirasi.
Jadi, tersebutlah 3 orang saudara kandung yang sedang berjalan-jalan ke mall. Sebut saja Nita, Ekki dan Rana. Nita adalah saudara tertua yang berkarakter keibuan. Sebagaimana ibu-ibu pada umumnya, pasti cerewet. Rana, si bungsu yang paling cuek tapi penurut. Suara kakak-kakaknya adalah suara Tuhan baginya, daripada bermasalah mending nurut aja katanya. Sedangkan Ekki, usilnya minta ampun, sok dewasa dan sok merintah terhadap saudara-saudaranya yang lain.
“Kalian boleh pilih makanan apa saja hari ini. Plusssss...Silahkan ambil pakaian yang kalian suka. Aku yang bayarin deh”. Dengan gaya bak bos, Ekki menawarkan tawaran yang sangat menggiurkan pada kakak dan adiknya. Sejenak Nita & Rana saling pandang. Nampak jelas di raut wajah mereka tidak mempercayai Ekki.
“Tumben mau traktir, biasanya gak pernah”. Sela Nita memastikan.
“Nih, lihat isi dompetku. Aku lagi baik nih”. Masih dengan gayanya yang sombong, Ekki menunjukkan isi dompetnya.
“Ok!!!”. Jawab Nita & Rana yang hampir serentak. Ekki terlihat memberikan senyum penuh kepuasan.
Setelah puas makan dan belanja, akhirnya mereka pulang ke Kost-an. Perjalanan yang cukup melelahkan namun meninggalkan kebahagiaan tersendiri buat mereka bertiga. Masing-masing mereka tengah sibuk dengan pikirannya saat itu.
“Oh yah, ini duit buat kak Nita dan ini buat Rana”. Ekki mengeluarkan beberapa duit 100rb-an masing-masing buat Nita & Rana.
“Kok cuman segini? Kata mama kan sekian ******.” Nita kemudian protes dengan jumlah yang diterimanya.
“Loh, kalian lupa yah? Tadi kan kita abis makan dan belanja. Bayarnya yah pake duit kalian. Hahahaha”.
“Gubraakkkkkkk”. Nita & Rana tidak bisa lagi berbuat apa-apa, harusnya dari awal mereka sudah menyadarinya. Yah, nasi sudah jadi tumpeng.

PS: Sebenarnya ini adalah tulisan dari jaman bahula, tapi baru dipublikasikan sekarang... Cerita ini diangkat dari kisah nyata saya bersama kakak & adikku ketika masih berstatus mahasiswa. :) Thanks berat buat Kakaku Nita yang mengasuhku selama 2 tahun di Makassar dan buat adikku tersayang, Rana, makasih banyak untuk semua kebaikan dan kesabaranmu melayaniku selama 3 tahun di Makassar. I am nothing without you all... Maaf, belum bisa bayar semua utang-utangku pada kalian. :)

13 Feb 2012

Baik dan Buruk

“Suatu kebaikan tidak dikatakan baik jika pada akhirnya berujung pada keburukan. Dan suatu keburukan juga tidak dikatakan buruk jika pada akhirnya membawa kebaikan”. Saya tidak ingat, itu hadits apa sebuah pepatah bijak. Tapi saya sangat tertarik tentang esensi dari kalimat tersebut.
Sering kita mendapatkan orang-orang atau diri sendiri sibuk melakukan pembenaran atas tindak tanduk dan kata-kata yang kita ucapkan. Sadar atau tidak sadar, sejatinya banyak hal buruk yang kita lakukan yang kemudian dicari pembenarannya oleh akal. Semua berawal dari niat dan diakhiri dengan niat pula, itulah hasilnya.
Ada suatu kejadian di Batam, dimana ada sebuah komplotan perampok profesional yang juga memiliki beberapa Lembaga Sosial. Jadi, dari hasil pencuriannya tersebut, mereka gunakan untuk kegiatan amal. Tujuan mereka memang baik, yakni membantu sesama, tapi caranya yang tidak baik. Kalau dilihat dari pepatah di atas, ini tidak bisa dikatakan hal buruk yang kemudian menjadi baik karena bagaimanapun mereka telah mencuri. Juga tidak bisa dikatakan hal baik karena pada akhirnya yang namanya hasil curian tetap tidak baik untuk dikonsumsi. Haram..
Mungkin kita sudah familiar dengan istilah “white lie”. Terkadang kita dikondisikan untuk melakukan sebuah kebohongan demi yang kita anggap kebaikan untuk seseorang. Namun terkadang, dari kebohongan ini ada pihak lain yang kita rugikan. Jadi tetap saja hasilnya buruk meskipun niat awalnya baik. Yah, kecuali bohongnya menyangkut nyawa seseorang, mungkin bisa ditolerir-lah.
Atau sikap keras & tegas orang tua terhadap anaknya. Banyak kita jumpai orang tua yang kemudian memukul anak-anaknya lantaran ingin melihat kebaikan pada anak-anaknya. Sekilas kita melihat itu buruk, namun pada akhirnya itu akan membawa kebaikan buat sang anak. Untuk itu, KOMNASHAM harus jeli melihat kasus seperti ini.
Jadi untuk memahami pepatah tersebut diperlukan kedewasaan dan kejernihan pikiran serta wawasan yang luas pula. Terkadang kita hanya mau menerima suatu kebenaran dari sudut pandang kita sendiri atau dari orang-orang yang kita “anggap” benar tanpa mau menerima kebenaran dari sisi sudut pandang orang lain.
Adakalanya, kita sudah menggunakan dalil yang sama kemudian sudah dikuatkan oleh pendapat ulama terdahulu yang sama pula, namun karena yang kembali mengatakannya dari kelompok yang berbeda maka kebenaran itu kemudian kita tolak. Ini masalah, masalah mental atau kejiwaan. Pemikiran yang sempit, egoisme tinggi selalu saja membutakan hati kita. Padahal tidak ada celahnya jika mengakui kebenaran itu, jika memang benar. Klopun kita bersebrangan pendapat, seharusnya kita tidak saling menghujat tapi menjadikannya sebagai tambahan wawasan.
Kembali lagi ke masalah niat, karena segala sesuatunya itu berpangkal pada niat.

Berbagi Helm SNI

Mungkin masih banyak diantara kita yang belum menyadari dengan sebenar-benarnya kesadaran akan pentingnya menggunakan Helm pada saat mengendarai sepeda motor. Untuk itu, saya ingin berbagi sedikit pengalaman, semoga bisa bermanfaat buat kalian dan juga pastinya buat saya. Dari judulnya, jangan salah paham yah. Ane blum punya kemampuan untuk membagi-bagikan helm gratis. Bisanya baru share pengalaman aja. :)
Pertama, pernah suatu ketika saya berangkat kerja. Waktu itu masih pagi banget, sekitar jam 6 pagi. Tiba-tiba saja lewat seorang pengendara motor yang melaju dengan kencang di sisiku. Kurasakan seperti ada semacam taburan beling menghantam tubuhku. Kenapa saya katakan itu beling, karena saya merasakan bunyinya ketika menyentuh aspal. Tidak seperti bunyi pasir atau kerikil ketika bersisian dengan mobil truk pengangkutnya. Alhamdulillah, saya mengenakan helm secara sempurna waktu itu. Kacanya saya turunkan dan karena dingin saya menggunakan masker dan kaos tangan. Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya jika beling tersebut mengenai mata saya.
Kedua, saya suka melalui jalur yang dimana di sana ditumbuhi banyak pohon. Biar terasa sejuk dan nyaman. Beberapa waktu yang lalu, ada-ada saja kejadian kecil yang bisa membuat kita berhenti sejenak kemudian berpikir. Bisa-bisanya di tengah perjalanan seekor burung melemparkan kotorannya pas ke arah mukaku. Lagi-lagi saya terselematkan oleh helm. Gak kebayang deh, gimana jadinya klo kotoran burung tersebut mengenai mukaku.
Ketiga, berkendara dikala hujan memang tidak mengenakkan. Namun, perasaan tidak enak itu harus dilupakan demi sebuah konsekuensi atas komitmen pada sikap profesionalisme kita yang terikat pada sebuah instansi atau lainnya. Kita tidak bisa menyalahkan mobil atau motor yang berjalan di depan dan di samping kita ketika kecipratan air. Karena itu, tetaplah gunakan helm dengan baik dan benar agar wajah cantik dan gantengnya tidak ternodai oleh kotoran jalanan.
Terakhir, menggunakan masker dan kaos tangan sebagai pelengkap helm adalah baik. Ibaratnya, helm adalah wajib, hal sunnah-nya adalah 2 aksesoris tadi. Sebagaimana pengertian sunnah, dikerjakan dapat manfaat klo tidak dikerjakan rugi sendiri. Awalnya saya menggunakan ke-dua aksesoris tersebut karena jenis kulitku yang cukup sensitif terhadap sinar matahari, tapi kemudian saya menyadari bahwa ada hal besar yang kemanfaatannya lebih dari itu.
Sebenarnya masih banyak manfaat lainnya dari penggunaan Helm SNI ini. Tapi, dari hal kecil ini semoga kita sama-sama bisa saling mengingatkan. Safety First!!!