Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

7 Jul 2012

Gue Lagi Sensitif

Akhir-akhir ini saya merasa sangat sensitif. Masalah kecil saja bisa sangat mempengaruhi mood saya sepanjang hari. Misalnya, subuh kemaren saya nelpon ke rumah orang tua tapi telponnya baru diangkat setelah tiga kali panggilan. Di situ saya benar-benar bete’, padahal kalau difikir-fikir, ngapain saya bete’. Toh dari dulu saya tau kalau orang tuaku tidak pernah mengantongi HP-nya. So?

5 Jul 2012

Sayang Nenek

Masih demam EURO, sampe sekarang otak dan mata masih tersetting bersepakat untuk bangun di pagi buta. Sayangnya jarang dipakai buat QL, malah lebih sering “menghayal” jadinya. Dari hasil menghayal tersebut, terlintas wajah seorang nenekku di kampung. Kemudian membiarkan setiap serat-serat memori berjalan menyusuri lorong-lorong kenangan yang masih terekam jelas.

26 Jun 2012

Tidak Mudah

Akhir-akhir ini, terlalu banyak yang menyemangati untuk menikah. Menikah..menikah..segerakanlah...! “Apalagi yang kau tunggu???” Ah, seakan-akan urusan menikah itu hanya seperti mengerdipkan mata saja. Mudah. “Susah-susah gampang dan gampang-gampang susah. Terkadang lebih banyak susahnya, tapi kadang juga mudahnya lebih dominan,” katanya gitu.

6 Jun 2012

My Inspiring Woman

Beberapa waktu lalu, saya sempat berbicara sama Ibu melalui telepon. Dalam pembicaraan tersebut, saya tertarik dengan salah satu nasehatnya. Oh yah, sekedar informasi. Saya sama Ibu sendiri itu seperti Tom and Jerry. Jadi, untuk menghindari perdebatan atau konflik yang berkepanjangan, biasanya kami sangat hati-hati dalam memilih kata-kata saat berbicara dan menyampaikan pendapat, takutnya ada salah kata yang bisa menyulut emosi kedua belah pihak. Tapi, bukan berarti kami tidak saling menyayangi yah. Saya tau, tidak akan ada satu orang pun di dunia ini yang mencintai dan menyayangiku melebihi beliau. Dan saya yakin, beliau juga pasti bisa merasakan perasaanku padanya. Yang menjadi masalah adalah, kami selalu melihat sesuatu itu dari sudut pandang yang berbeda. Maka, silang pendapat sudah menjadi hal yang biasa diantara kami.

4 Jun 2012

Kacamataku...

Hari ini, berakhir sudah masa aktif kacamataku. Bukan karena tiba-tiba mataku normal seperti sedia kala, tetapi sesuatu terjadi padanya. Framenya patah. Semua berkat kecerobohanku dan PLN. Salahku, menaruhnya di sembarang tempat. Di atas kasur. Tapi, salah PLN juga sih, kenapa mesti pake acara mati lampu segala? Kan saya dak bisa melihat dengan jelas.
Plakkkk... “hmmm... Innalillah,” hanya itu yang bisa terucap pas saya duduk di atas kasur dan mendengar sesuatu retak dan seketika menyadari bahwa sumber suara itu tidak lain dan tidak bukan adalah kacamataku.
Sepertinya, rencana borong buku di Gramedia bakal dialihkan buat beli kacamata lagi. Duit...duit...duit... Ada-ada saja cara menemukan jalannya untuk dihabiskan.

1 Mei 2012

May Day for Champ20n, is it CAN?

Finally, now is 1st may 2012. Dak berasa yah, sekarang sudah memasuki bulan ke-lima saja di tahun ini. Rasanya, baru kemaren tahun baruan, eh tinggal 30 hari ke depan kita sudah diperhadapkan lagi sama mid month of the year. Hmmm...

30 Apr 2012

Hari Ini!!!

Hmmm... hari ini saya senang banget. Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya ada juga Ticket promo Airasia untuk pemberangkatan 04 Sept – 15 Nov 2012 ke Bangkok, Thailand. Berharap, semoga nanti malam harganya belum naik. Soalnya saya belum sempat Booking.
Lebih senangnya lagi, akhirnya dapat partner perjalanan. Siapa lagi klo bukan mbak Bro. Ah... Dia memang partner sejatiku dalam ber-backpackeran ria.
Tapi, sedikit ada yang mengurangi kebahagian hari ini. Tadi malam, saya sama Yoan sudah sepakat bakal ke Universal Studio, Singapore tanggal 5 Mei 2012 nanti. Eh, gak taunya tanggal merah yang bertepatan dengan hari minggu malah dipindahin ke Senin, bukannya hari Sabtu. Ugghhhh...Agak suebel juga sih.
Sekarang jadi bingung, kira-kira klo saya beli ticket ke Bangkok, terus saya juga tetap ke Singapore, apa duit saya masih cukup gak yah buat bertahan hidup sampai gajian selanjutnya? Hmmm....*Berfikir!!!

24 Apr 2012

Bertemu Perpisahan

Tak ada pertemuan tanpa perpisahan. Jika tidak ingin berpisah, maka jangan pernah bertemu. Pertemuan mutlak akan berujung pada perpisahan, sedangkan perpisahan belum tentu memiliki kemungkinan untuk bertemu kembali. Hukum alam.

16 Apr 2012

Jika Saya Berada di Posisinya...

Tadi malam, dalam perjalanan pulang dari tempat liqo’, saya singgah di sebuah Ruko Money Changer yang juga mempunyai Counter Pulsa karena niatnya memang pengen beli pulsa. Tapi pas saya mau beli, rupanya mereka kehabisan Voucer senilai yang saya butuhkan. Dengan sedikit perasaan kecewa, saya menuju tempat dimana motor saya parkir.
Teringat sms dari teman, kemudian saya membalasnya terlebih dahulu sebelum meninggalkan tempat tersebut. Berhubung jawaban sms saya cukup panjang, jadi saya cukup lama di depan Ruko tersebut. Disela saya ngeti sms, tiba-tiba seorang anak laki-laki datang menghampiri. Mungkin dia masih seusia anak SMP. Dia meminta duit, kemudian sejenak saya mendongakkan pandangan ke arahnya yang sedari tadi saya serius tertunduk memandangi layar HP. Saya hanya tersenyum kecut dan tidak menggubrisnya. Akhirnya dia pergi.
Seorang tukang parkir menghampiriku, kuberikan duit 1.000 rupiah. Kembali saya fokus ke layar HP. Dan entah bagaimana awalnya, terdengar suara perempuan marah-marah tidak karuan. Saya masih tidak peduli dan tetap terpaku dengan aktivitas sms-an. Kembali tukang parkir tadi menghampiriku, “Kasihan juga sih mbak sama anak-anak ini, tapi mau diapa lagi, dia memang salah”.
“oh, iya pak. Betul”. Selintas saya memalingkan pandangan ke arah tukang parkir tadi dan lanjut lagi mengetik sms.
Lama-lama saya merasa terganggu dengan suara perempuan tadi yang mulutnya masih belum berhenti nyerocos bak petasan. Setelah sms saya kirim, saya mencoba membalikkan tubuhku ke arah Ruko dimana sumber suara perempuan tersebut. Di sana saya melihat anak laki-laki yang tadi sempat minta duit sama saya dengan kedua tangan meremas-remas tak karuan di belakangnya. Dia nampak begitu pasrah mendengarkan celoteh perempuan yang ada di hadapannya.
Selintas saya mencoba memahami masalah yang terjadi di sana. Ternyata, tanpa sengaja anak laki-laki itu memecahkan sebuah lampu neon seukuran 1,5 meter yang ada di Ruko tersebut. Perempuan yang mungkin pemilik Ruko itu masih semangat dengan aktivitas marahnya dan kemudian meminta ganti rugi. Telingaku sempat menangkap dengan jelas jumlah duit yang dimintanya. Saya yakin, anak laki-laki itu pasti tidak memiliki duit dalam jumlah itu.
Awalnya saya tidak mau peduli, toh sejak awal anak itu hanya meminta paling 1000 rupiah dari saya tadi. Saya menyalakan motor dan berniat meninggalkan kekacauan itu. Tapi, kemudian saya berfikir, “bagaimana jika saya berada di posisi anak itu??? Bagaimana perasaan saya???”.
Akhirnya saya memanggil tukang parkir yang sedari tadi begitu hikmat mendengarkan celoteh perempuan pemilik Ruko itu. Saya memberinya duit sejumlah yang disebutkan tadi dan bapak tukang parkir tersebut berjalan ke arah Ruko dan langsung menaruh duit tersebut ke tangan perempuan itu.
“Sudah buk, ini ganti ruginya”. Samar-samar saya mendengar perkataan tukang parkir tadi.
Saya langsung bergegas meninggalkan tempat itu. Ingin rasanya menyumbat mulut perempuan itu dengan duit karena setelah menerima ganti rugi, dia masih tetap berceloteh. Saya cukup emosi melihat pemandangan itu, sebenarnya bukan masalah celotehannya, tapi saya hanya tidak habis fikir dengan cara berfikirnya. “Dimana rasa empatinya?”. Memang sangat sulit menemukan Sense of Humanity di Negeri ini.
Hal yang paling saya benci dari orang yang merasa kaya alias merasa punya banyak duit adalah, semakin mereka berduit, maka mereka semakin pelit dan semakin serakah. Heiiiii... itu hanya sebuah lampu neon yang mungkin memang sudah seharusnya anda ganti dan harga dari lampu neon itu tidak akan membuat anda bangkrut jika kehilangan satu. Masya Allah... Semoga Allah menambahkan rejeki perempuan itu. Aamiin...     

5 Apr 2012

Curhat Dikit!

Selamat pagi..........
Alhamdulillah, kemaren ticket Ferry sudah ada di tangan dan berita baiknya ticket-nya gratis. Eh.. Jangan berfikir bahwa ada BULE yang berbaik hati memberikan ticket gratis yah, kebetulan di tempat gw bekerja, ticket Ferry Batam – Singapore adalah hal wajib bagi seluruh Staff. Maksimal empat lembar ticket setiap bulannya. Bagi yang sudah punya suami/istri dan anak, semuanya juga bakal ditanggung Perusahaan. Karena gw masih single, jadi belum bisa request dua atau tiga ticket sekaligus. Kasihan...Hehehe..
Sedikit ada maslah nih, seharusnya dari awal gw udah beli Ringgit sama Dollar Singapore. Biasalah, permainan pasar. Tau aja mereka klo long weekend gini, bakal banyak yang mau liburan ke kampung tetangga, ya jadinya nilai tukar rupiah jeblok gini. 1MYR = 3040IDR dan 1SDG = 7050IDR. Modal gw cuman Rp. 1.600.000, semoga berlebih. Seharusnya untuk ukuran perjalanan ala Backpackeran, duit segini udah lebih dari cukup. Insya Allah.
Tadi malam, gw udah packing semua barang yang harus dibawa. Jadi, nanti habis dari kantor gw tinggal ambil ransel di kost dan siap untuk berangkat. Kemaren sore, gw juga udah booking Ferry-nya untuk pemberangkatan pukul 17.30. Gw agak khawatir dikit sih, soalnya mbak bro partner gw bisanya meninggalkan kantor jam 5 sore. Ughhh...Mudah-mudahan masih keburu Ferry-nya. Takutnya, kita kita telat dan terpaksa ambil pemberangkatan terakhir. Bisa berabe tuh, soalnya Bus dari Singapore ke Johor cuman sampe jam 9 malam. Waduh, bisa nginap di Singapore nih klo ceritanya gitu. And it’s mean, kami bakal rugi waktu.
Masih ada beberapa hal yang gw lupa, ternyata gw belum beli sabun mandi & shampo. Sepertinya harus belanja di Hypermart dulu sebelum ke Pelabuhan. Gw juga mau beli Tip-X atau Spidol, mudah-mudahan ingat. Soalnya, ada yang nitip namanya mau ditulis di setiap tempat-tempat yang gw kunjungi. Sebenarnya ini ide gila, gw pasti diteriakin pak Satpam di sana klo ketahuan nyoret-nyoret fasilitas umum.
Tambahan ide gila lainnya, gw disuruh nyari informasi tentang jambul Ipin Upin. Wah...mana boleh, Ipin Upin kan lagi sibuk syuting, mana sempat mereka menemui gw. Ah, sudahlah. Nanti, di sana gw tanya aja sama rumput yang bergoyang. Biar angin yang lewat mencuri-curi dengar kemudian dikabarkan pada pohon dan selanjutnya pohon pun akan bercerita pada siapa saja yang lewat di sekitarnya. Kali aja, angin dan pohon itu berbaik hati membisikkan jawaban cerdas ke otakku. Aamiin...
Doakan gw yah temans, semoga backpacking-ku kali ini semakin menyenangkan. See you next time!


4 Apr 2012

Gak Jelas Part.1

Terkadang, mencari inspirasi itu sangat sulit. Maksudnya, sulit membahasakan apa yang ada dalam fikiran lalu kemudian ditumpahkan menjadi tulisan. Kenapa bisa seperti itu yah? Bingung. Padahal saat ini saya punya beberapa ide yang ingin kutuangkan dalam bentuk cerpen, sudah beberapa kali mencoba tapi pada akhirnya ku-delete lagi. Padahal sudah selesai dua halaman, tapi feel-nya gak dapat. Bahasanya kurang menggigit.
Menuliskan ini saja sudah bikin saya mumet, tapi karena saya sangat ingin menulis...eh tidak, tepatnya menambah koleksi tulisan dalam blog ini, jadinya apapun yang terlintas di fikiranku sekarang, ya sudah ditulis aja. Toh, tidak ada yang bakal melarang, apalagi menghakimi saya. Suka-suka saya lah, blog juga blog saya. hehehe
Inspirasiiiiiiiiiiiiiiiii....Ayolah plissssssssssssssssssss!!! I’m begging you, please come to mama. Hey, ngomong apa sih? Wah, makin semrawut aja nih isi otakku, sepertinya butuh dikasi Detergen, atau pemutih biar kinclong. Nah, tuh. Ngawur kan...
Serius deh... di kepalaku ini, ada segudang cerita. Cerita yang mau saya tuliskan di blog ini. Tapi kenapa otak tidak bisa memberikan sinyal positif ke jari biar bisa menari indah di atas keyboard. Ah..kayaknya saya mesti menghentikan tulisan ini saja. Walau habis berlembar-lembar pun, saya jamin tulisan ini tidak akan mempunyai arah dan tujuan yang pasti.
So, hari ini..lengkap sudah penderitaan keinginanku untuk menulis yang baik dan benar dikarenakan kerja-kerja otak yang lemot. Celeron sih... capek deh..


31 Mar 2012

PAGI, MATAHARIKU

Pagi ini, tak ada sesungging senyum untukmu matahariku. Seperti biasa, kau selalu menyapa dengan semburat wajahmu di 5 detik pertamaku hingga aku tak mampu memandang begitu jelas karena kemilaumu.
Kemudian, aku terus menyusuri jalan. Lagi-lagi aku tak menemukanmu di 20 meter perjalananku denganmu yang selalu tegak berada sejengkal di atas jidadku. Masih di perjalanan ini, kupalingkan wajahku ke arah kanan, dan tetap saja tak bisa kulihat wajahmu matahariku.
Aku tau, kau tidak pernah datang terlambat. Sebenarnya kau sudah datang sejak fajar tadi. Hanya saja, kau ingin berbagi waktu dengan milyaran garisan hujan yang memeluk bumi, membiarkan awan hitam menyelimuti langit. Basah. Biarlah seperti itu. Biarkan hujan membasuh jiwa ini, dan pada saatnya nanti, kau akan datang menghangatkannya.
Pagi ini, aku merindukanmu. Matahariku...

22 Mar 2012

PAGI

Pagi. Selalu ada harapan baru. Kicau burung-burung, menyanyikan zikir indah untuk hidup. Fajar menaik, memberikan warna indah untuk meleburkan gelap malam. Kuhela nafas panjang, menyebut nama-Mu. Terima kasih ya Allah, untuk hidup yang Kau beri padaku.
Pagi. Bersama dingin dan sejuknya udara. Merasai wangi bumi yang basah oleh embun. Cahaya mentari menyeruak cerah. Sesungging senyum untuk langit, aku bahagia dengan ketentuan-Mu yaa Allah.
Pagi. Aku merenung. Tentang rasa syukur dan ikhlas, dan kutemui hatiku bersepakat dengan akalku tentang satu makna di pagi ini. Apapun yang terjadi, ikhlas adalah mengambil sisi positif dari segala sesuatu yang tidak kuinginkan. Kusyukuri pemahaman itu, setidaknya aku lega pagi ini.

17 Mar 2012

KARENA SEBUAH JANJI

 “Aku menunggumu di hari penghisaban sebagai orang yang tidak menepati janjinya”.
Aku terhenyak dengan kata-katamu itu saudariku.
Malam ini, kucoba merenungi kata-kata itu. Berbaring telentang memandangi langit-langit kamar. Gelisah.  Memejamkan mata, tak bisa tidur. Kubuka lagi, kubaca lagi. Sungguh, aku tidak mengerti.
Bukankah telah kukatakan, “beri aku waktu sampai besok untuk memenuhi janjiku”?. Baiklah, aku memang bisa memenuhinya di saat ini juga. Tapi mengapa kau tidak memberiku pilihan di awal, sejak pertama kau mengambil janjiku? Mengapa kau membiarkan aku berjanji untuk sesuatu yang tidak aku ketahui ujung tanduknya?
Aku memang bodoh, aku terlalu mempercayaimu. Padahal, kita sudah sama-sama tau, bahwa janji itu dibuat di atas akad yang jelas.
Aku hanya ingin kau tau, tidak pernah sekalipun terlintas di fikiranku untuk tidak memenuhi janjiku itu. Kau tau itu, aku yakin. Tak mengapa. Hari ini, insya Allah aku akan memenuhi janjiku, meskipun itu sudah tidak penting lagi bagimu, mungkin. Allah akan menjadi saksi kita, kelak, di hari dimana tak ada lagi mulut yang akan bersilat lidah untuk mencari pembenaran.


5 Mar 2012

HILANG

Terkadang, ingin menghilang saja dari riuhnya dunia..

Berhenti sejenak dari perjalanan hati..

Membiarkan semua berlalu mendahuluiku..

Lamat-lamat menatapnya menghilang dari pandangan mata..

Setelah itu,

Kumulai lagi dengan satu langkah kecil,

Pelan, perlahan-lahan..

Dan berlari kencang kemudian..

Sekedar hanya ingin tahu rasanya dinanti...

28 Feb 2012

AKU DAN JIWAKU

Merindukan nyayian ombak yang mendebur di pantai.
Kemudian menanti terbenamnya matahari.
Sendiri, ingin kunikmati petualangan itu.
Melangkah tanpa beban.
Meski tak memiliki satu apapun.
Ada kalanya ingin kucukupkan rasaku,
melapang dan menyamudera luasnya.
Walaupun yang kumiliki hanya udara,
dan kaki yang masih mampu menapaki bumi di kala itu.
Jiwaku tetap bahagia.

18 Feb 2012

JENUH!!!

Rasa jenuh bisa melanda siapa saja, datangnya juga bisa kapan saja tanpa mengenal waktu, tempat dan keadaan.  Kejenuhan tidak mesti hadir di saat kita menjalani kehidupan yang serba sulit, kejenuhan juga bisa hadir di saat kita berada dalam posisi enak atau nyaman. Pada dasarnya, kejenuhan ada karena kehidupan berjalan pada jalur monoton saja, lurus tak berkelok, datar tak bergelombang, tak ada tantangan.
Saat ini, saya merasa sedang berada di titik jenuh, jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang itu-itu saja. Pagi-pagi ke kantor, sarapan, bikin “Project Schedule”, online, pulang, tidur. Begitu tiap harinya. Lingkungan kantor juga termasuk sesuatu yang menjemukan menurutku. Kumpulan orang-orang borjuis Batam ada di sini. Hmmm...benar-benar jauh dari lingkungan kehidupan yang kuinginkan.
Sebenarnya, keinginan untuk meninggalkan perusahaan ini sudah diubun-ubun. Tapi, ada beberapa hal yang mewajibkanku untuk bertahan. Selain untuk nama Almamater, saya juga pengen komit dengan niat awalku masuk ke perusahaan ini, bahwa minimal setahun saya harus berada di sini. Sekarang sudah berjalan di bulan ke 8. Tawaran di luar sana begitu menggoda, tapi kembali diriku hanya bisa memandangi setiap kesempatan yang ada berlalu begitu saja. Hanya bisa tersenyum, kemudian membuat harap dalam hati, semoga kesempatan lain menjadi milikku..
4 bulan lagi waktu normal dalam penantian mengikis kejenuhan ini, setelah itu saya akan mencari kesempatan lain untuk mencicipi suasana baru, lingkungan baru dan mungkin di pulau baru juga. Saya sudah lelah dengan kehidupan yang monoton ini, rasanya sudah tidak sabar tuk mendapatkan tantangan baru yang lebih menantang. Suasana nyaman ini bisa-bisa mematikan kreatifitas dan semangat berjuangku. Itu tidak boleh dibiarkan.
Tapi, meskipun saya diselimuti oleh rasa jenuh, tetap selautan syukurku selalu mengangkasa pada Sang Maha Pemberi Nikmat, apa yang kudapatkan di sini sungguh luar biasa. Tidak semua orang yang menginginkan di sini bisa meraihnya, namun Allah memberiku kesempatan untuk itu. Jadi, tak ada alasan untuk tidak bersyukur. Terima kasih yaa Allah...

14 Feb 2012

KUTRAKTIR KAMU DENGAN DUITMU...

Dari judulnya, mungkin alur ceritanya sudah bisa ketebak. Tapi dak masalah juga klo saya menceritakannya secara detail. Dijamin dak bakal rugi deh, sekalian saya kasi bonus inspirasi.
Jadi, tersebutlah 3 orang saudara kandung yang sedang berjalan-jalan ke mall. Sebut saja Nita, Ekki dan Rana. Nita adalah saudara tertua yang berkarakter keibuan. Sebagaimana ibu-ibu pada umumnya, pasti cerewet. Rana, si bungsu yang paling cuek tapi penurut. Suara kakak-kakaknya adalah suara Tuhan baginya, daripada bermasalah mending nurut aja katanya. Sedangkan Ekki, usilnya minta ampun, sok dewasa dan sok merintah terhadap saudara-saudaranya yang lain.
“Kalian boleh pilih makanan apa saja hari ini. Plusssss...Silahkan ambil pakaian yang kalian suka. Aku yang bayarin deh”. Dengan gaya bak bos, Ekki menawarkan tawaran yang sangat menggiurkan pada kakak dan adiknya. Sejenak Nita & Rana saling pandang. Nampak jelas di raut wajah mereka tidak mempercayai Ekki.
“Tumben mau traktir, biasanya gak pernah”. Sela Nita memastikan.
“Nih, lihat isi dompetku. Aku lagi baik nih”. Masih dengan gayanya yang sombong, Ekki menunjukkan isi dompetnya.
“Ok!!!”. Jawab Nita & Rana yang hampir serentak. Ekki terlihat memberikan senyum penuh kepuasan.
Setelah puas makan dan belanja, akhirnya mereka pulang ke Kost-an. Perjalanan yang cukup melelahkan namun meninggalkan kebahagiaan tersendiri buat mereka bertiga. Masing-masing mereka tengah sibuk dengan pikirannya saat itu.
“Oh yah, ini duit buat kak Nita dan ini buat Rana”. Ekki mengeluarkan beberapa duit 100rb-an masing-masing buat Nita & Rana.
“Kok cuman segini? Kata mama kan sekian ******.” Nita kemudian protes dengan jumlah yang diterimanya.
“Loh, kalian lupa yah? Tadi kan kita abis makan dan belanja. Bayarnya yah pake duit kalian. Hahahaha”.
“Gubraakkkkkkk”. Nita & Rana tidak bisa lagi berbuat apa-apa, harusnya dari awal mereka sudah menyadarinya. Yah, nasi sudah jadi tumpeng.

PS: Sebenarnya ini adalah tulisan dari jaman bahula, tapi baru dipublikasikan sekarang... Cerita ini diangkat dari kisah nyata saya bersama kakak & adikku ketika masih berstatus mahasiswa. :) Thanks berat buat Kakaku Nita yang mengasuhku selama 2 tahun di Makassar dan buat adikku tersayang, Rana, makasih banyak untuk semua kebaikan dan kesabaranmu melayaniku selama 3 tahun di Makassar. I am nothing without you all... Maaf, belum bisa bayar semua utang-utangku pada kalian. :)

2 Feb 2012

RAIHLAH CINTAMU, SAUDARAKU!

Ada yang berubah di sikapmu. Sudah lama kusadari itu, namun hatiku terlalu sibuk untuk memastikan perubahan itu. Tak pernah ada sms ataupun telepon selama 2 bulan terakhir ini, bahkan tak ada lagi candamu meskipun di Facebook. Lagi-lagi aku menyadari perubahanmu, tapi tetap saja hatiku tak punya waktu tuk menghiraukannya...
Hari ini, kudapati kamu berjalan dengan seorang perempuan. Perempuan yang begitu cantik di hatimu, pastinya. Kemudian aku tersadar, mencoba meraba tatapan matamu, apakah ini alasannya?
Oh..aku tidak habis pikir, jika harus seperti ini akhirnya. Awalnya, kupikir hubungan ini tak akan pernah menali siapapun untuk terikat satu sama lainnya. Aku minta maaf, jika kamu sempat salah mengartikan sikapku selama ini. Sungguh, di sini tak pernah ada rasa istimewa untukmu. Bagiku, kamu adalah saudaraku, kupikir kamu cukup memahami keinginanku yang selalu menginginkan kehadiran sosok saudara laki-laki. Kuakui, memang itu kudapatkan darimu. Tapi, perasaanku padamu tak akan pernah lebih dari itu. Bukankah sudah berkali-kali kutegaskan padamu akan lelaki impianku, dan kamu tau semua itu tidak ada pada dirimu. Jadi bagaimana mungkin aku mencintaimu???
Karena itu, pergilah saudaraku. Raihlah satu jiwa yang akan selalu menemani harimu. Aku akan tetap menjadi saudaramu. Maka tersenyumlah selalu padaku. Kurindukan candamu, bisakah kita tetap seperti dulu? Seperti apa adanya kita, tanpa perlu ada beban dan kepalsuan. Berjalan bersama mengurai mimpi di hari yang lalu dan kuharap, suatu saat nanti kita akan bertemu lagi dengan tetap membawa senyum di hari ini. Hari yang akan sama-sama kita rindukan kelak.

22 Des 2011

SAYA TAKUT HUTANG

Memang susah untuk mengatakan kata 'tidak', apalagi jika orang tersebut adalah sahabat, teman dekat, keluarga atau orang-orang yang kita segani. Meskipun merasa berat, merasa terbebani tapi tetap saja kita meng-iyakan permintaan mereka, perasaan tidak enakan akan selalu menjadi pemenang dari sekian rasa yang muncul. Meskipun ada kesadaran bahwa apapun yang kita lakukan bila tidak dilandasi dengan keikhlasan niat maka tidak akan ada nilainya di sisi Allah, tapi tetap saja ada setitik rasa gondok di dalam hati. Manusiawi memang, hanya saja jadinya rugi dua kali, udah capek-capek tapi tidak dapat pengakuan dari Allah..

Tapi kali ini rasanya berbeda, baru kali ini dalam hidupku ada yang memintaku melakukan sesuatu hal yang sangat kuhindari bahkan cukup kutakuti. Saya dimintai tolong oleh seorang teman untuk mengambil kredit di Bank demi membantunya mewujudkan mimpi besar Ibunya.

Oh, ini bukan hal kecil. Jika sejuta atau 2 juta rupiah saja, mungkin saya akan mengusahakan memberikan cash, tapi ini urusan uang yang nilainya besar. Kredit, kredit = UTANG. Bagiku, utang adalah hal yang paling kutakuti setelah Allah, lebih baik menghindari utang daripada menghindari ketemu hantu. Bebannya sangat besar, rasanya saya tidak sanggup. Saya tidak ingin menghabiskan sisa hidupku yang tidak tahu berapa lama lagi hanya untuk menyelesaikan urusan kredit Bank. Saya hanya ingin tidur tenang tanpa harus memikirkan besok bagaimana caranya dapat duit sebanyak-banyaknya tuk bayar utang.

Yah, kita tidak akan mungkin bisa terhindar dari urusan utang-piutang. Tapi ada namanya menghindari semampu mungkin, dan selama ini saya selalu berusaha menghindarinya.

Maaf banget sobat, bukannya saya tidak ingin membantu, tapi untuk hal satu ini saya harus berani mengatakan 'tidak'. Besar rasa hatiku untuk membantumu melebarkan senyum Ibumu dengan memberikan beliau tempat bernaung yang aman dan nyaman di sisa akhir waktunya. Saya cukup memahami keinginanmu itu, jika saya berada di posisimu, hal yang sama juga akan saya lakukan bahkan mungkin lebih dari yang kamu lakukan itu. Apa lagi sih yang kita inginkan dalam hidup jika bukan tuk melihat orang yang kita sayangi hidup dalam limpahan kebahagiaan?

Saya hanya bisa berharap dan berdoa, semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik buat kamu, sobat. Jika doa telah dilangitkan dan usaha sudah dibumikan, maka bertawakkallah, insya Allah pasti ada jalan. “Sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan”.